nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Anjlok, Neraca Perdagangan April Defisit USD2,5 Miliar

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 15 Mei 2019 11:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 15 320 2055908 ekspor-anjlok-neraca-perdagangan-april-defisit-usd2-5-miliar-wZAzif8lYX.jpeg Kepala BPS Suhariyanto (Foto: Feby/Okezone)

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada April 2019 mengalami defisit. Posisi neraca perdagangan April 2019 defisit USD2,5 miliar. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, laju nilai ekspor pada April 2019 sebesar USD12,60 miliar. Jika dibandingkan dengan Maret berarti turun 10,80%.

"Apa yang membuat ekspor turun? Itu terjadi karena ekspor migas turun sebesar 34%, dan non migas 8,98%. Nilai ekspor ini juga alami penurunan dibandingkan April 2018. Penurunan tajam 13,10%," ujarnya, di Gedung BPS, Rabu (15/5/2019).

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyatakan, mengatakan, beberapa komoditas terpengaruh pada ekonomi global dan perang dagang yang kian memanas.

"Migas dari bulan ke bulan turun 34,9%, ini terjadi karena nilai minyak mentah naik tapi hasil migas turun. Sektor pertanian (MtM) turun 70%," tuturnya.

Baca Juga: Neraca Perdagangan Kuartal I-2019 Defisit USD193 Juta

Dengan demikian tercatat posisi Januari-April, total ekspor Indonesia sebesar USD53,2 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 9,39% dibandingkan periode yang sama di 2018.

"Untuk mayoritas ekspor Januari-April itu dari BBM dengan kontribusi 15%. Kemudian diikuti minyak dan hewan nabati 11%," ujarnya.

Sementara itu, untuk laju impor pada April 2019 USD15,10 miliar. Dibandingkan Maret alami peningkatan 12,25%.

"Dari sana bisa dilihat impor migas naik 46,9% dan non migas 7,88%. Kita tahu dekati Lebaran biasanya impor meningkat," ujarnya.

bps

Namun, kata Kecuk, dibandingkan total impor periode yang sama di 2018 mengalami penurunan. Hal ini menjadi bukti adanya pengendalian impor untuk impor di April 2019.

"Total impor ini dibandingkan April, berarti ada penurunan. Jadi sebetulnya lebih kecil dibandingkan 2018," ujarnya.

Secara total dari Januari-April 2019, total impor mencapai USD55,77 miliar atau mengalami penurunan 7,24% dibandingkan periode yang sama di 2018.

"Jadi secara total, neraca perdagangan kita pada April defisit sebesar USD2,56 miliar. Kalau dilihat ini defisitnya karena migas defisit 2,7%," ujarnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini