“Tidak bisa meminta supaya volume turun, sebab dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% tidak akan mungkin permintaan terhadap energi turun. Pasti akan meningkat," jelas dia.
Baca Juga: Ekspor Anjlok, Neraca Perdagangan April Defisit USD2,5 Miliar
Sementara itu, dari sisi produksi apabila dilihat minyak dan gas itu produksinya cukup stagnan, bahkan lifting tidak sesuai dengan asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara permintaan energi terus meningkat.
"B20 sudah diperkenalkan kemarin, Pertamina pun menyampaikan sudah mulai melakukan. Tapi melihat impor yang dilakukan Pertamina kemarin masih cukup besar. Jadi kita lihat apa yang terjadi, saya menunggu dari Menteri ESDM atau Menko Perekonomian untuk melihat dari sisi itu,” katanya.
Menurut dia, jika transaksi berjalan dan neraca perdagangan mengalami defisit dalam situasi saat ini maka akan menimbulkan risiko lebih tinggi terhadap ekonomi Indonesia. “Dengan kita mengalami defisit dalam situasi sekarang yang gonjang ganjing ini akan menimbulkan risiko yang lebih tinggi terhadap ekonomi kita,” kata dia. (yau)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.