nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BTN Bagi-Bagi Dividen Rp561,58 Miliar

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 17 Mei 2019 18:50 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 17 278 2057098 btn-bagi-bagi-dividen-rp561-58-miliar-3AHpLmWo6N.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2019 untuk pembahasan tahun buku 2018. Di mana pemegang saham menyepakati pembagian dividen sebesar Rp561,58 miliar atau setara 20% dari laba bersih di 2018.

"RUPST menyetujui Bank BTN membagikan dividen sebesar 20% dari laba bersih tahun 2018 atau sekitar Rp561,58 miliar. Nilai dividen per unit saham sebesar Rp53,029 miliar," ujar Direktur Utama BTN Maryono di Kantor BTN, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Rencananya dividen akan dibagikan ke pemegang saham pada Minggu kedua Juni 2019. Sementara sebesar 80% dari laba bersih ditahan perseroan atau setara dengan Rp2,24 triliun, yang akan digunakan BTN untuk ekspansi kredit, penguatan modal dan pengembangan usaha perseroan.

Adapun, total aset BTN tahun 2018 mencapai Rp306,4 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp261,4 triliun. Pertumbuhan aset tersebut mencapai 17,24% atau berada di atas rata-rata industri yang tercatat 9,21% yoy. Sementara itu kredit dan pembiayaan yang diberikan tercatat mencapai Rp237,8 triliun, meningkat dibanding tahun 2017 yang sebesar Rp198,9 triliun.

“Kredit dan pembiayaan ini tumbuh 19,48%. Angka tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit tahun 2018 lalu yang dicatatkan industri sebesar 11,75% yoy," ungkapnya.

Baca Juga: Kejar Target Rp7 Triliun, Bank BTN Bidik KPR bagi Milenial

Dengan kinerja 2018, BTN tetap optimis menghadapi tahun 2019 dengan memasang target peningkatan aset sebesar 11%-13% yang akan didukung oleh peningkatan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK). Dengan membaiknya sektor properti, kredit dan pembiayaan diharapkan tetap melaju dengan pertumbuhan 12%-14%, sementara DPK ditargetkan tumbuh di angka yang sama yaitu 12%-14%.

"Kami fokus mengejar low cost fund untuk memperbesar porsi dana murah, strateginya antara lain mengejar nasabah captive dengan menggunakan produk KPR sebagai entry poin, merangkul nasabah dari generasi milenial dan mengembangkan fitur digital banking, untuk meningkatkan dana murah berbasis transaksi," pungkas Maryono.

Selain pembagian dividen dan persetujuan laporan tahunan, juga pengesahan laporan keuangan perseroan tahun buku 2018, RUPST juga membahas pengambilalihan saham PT Permodalan Nasional Madani Investment Management (PNMIM).

Baca Juga: BTN Bidik KPR Rp581 Miliar dari Anak Usaha Angkasa Pura

Langkah BTN menggenggam saham PNMIM dilakukan lewat sejumlah tahapan, yakni dengan Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Shares Purchase Agreement/CSPA) yang telah ditandatangani pada bulan April lalu. Adapun transaksi pembelian 30% saham atau senilai Rp 114,3 miliar tersebut saat ini dalam proses permohonan persetujuan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami harapkan OJK dapat memberikan persetujuannya pada Juni 2019 sehingga kami bisa melanjutkan tahapan selanjutnya untuk menambah kepemilikan saham hingga sekitar 85%," kata Maryono.

Maryono menambahkan aksi korporasi Bank BTN untuk mengambil alih saham PNMIM mendapatkan sambutan yang baik dari para pemegang saham. Sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB) tahun 2019-2021, perseroan berencana memiliki anak usaha di bidang manajemen investasi untuk meraup pendapatan non bunga dan persiapan pengelolaan dana pengelolaan dana tabungan perumahan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini