JAKARTA - Perbankan dan institusi keuangan diajak mencegah betapa pentingnya penerapan anti-money laundering dalam sebuah organisasi. Hal ini dilakukan demi mengurangi penggunaan bank dan institusi keuangan dalam tindak kejahatan keuangan, penerapan anti-money laundering yang optimal dan efektif sangatlah diperlukan.
Selain itu, peraturan OJK juga mewajibkan semua institusi keuangan termasuk bank untuk menerapkan sistem anti-money laundering.
Aturan tersebut juga menyatakan bahwa kompleksitas produk, layanan, dan teknologi keuangan yang terus berkembang akan menyebabkan meningginya risiko pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme dalam institusi keuangan, yang mana membuat penerapan sistem anti-money laundering sangat penting bagi operasi bisnis terlepas dari aturan yang berlaku.
Baca Juga: PPATK: Setiap Hari Ada 100.000 Laporan Kasus Pencucian Uang
Senior Presales Consultant Nice Actimize Gadaffi Maricar mengungkapkan satu titik fokus pada solusi anti-money laundering yaitu kemampuan memeriksa tanda-tanda dengan lebih baik dan efektif.
Menurutnya, bertambahnya pertanda yang berhubungan dengan kejahatan keuangan berkaitan langsung dengan perkembangan transaksi, di mana mengetahui pertanda-pertanda tersebut adalah hal yang terpenting saat ini.
“Kemampuan dalam penggunaan proses otomasi, skor prediksi dari SAR (Suspicious Activity Report) dan alur kerja yang teruji, merupakan hal terpenting dalam solusi anti-money laundering saat ini,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (22/5/2019).