nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fakta Menarik IHSG dan Rupiah 'Berjuang' di Tengah Demo 22 Mei

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 06:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 24 278 2059864 fakta-menarik-ihsg-dan-rupiah-melawan-demo-22-mei-mc5qq34YUM.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah menjadi 'korban' demo 22 Mei yang berujung ricuh pada Rabu 22 Mei 2019. Aksi demonstrasi berlangsung di depan Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat sejak 21 Mei hingga hari ini.

Mereka menolak hasil Pemilu 2019 yang memenangkan pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dan menuntut Bawaslu untuk mengusut tuntas kecurangan.

Namun, ada sekelompok orang yang membuat ricuh saat aparat berupaya membubarkan massa. Kericuhan diwarnai aksi pembakaran dan dikabarkan ada enam orang meninggal dunia.

 Baca Juga: Aksi 22 Mei Tak Pengaruhi Investasi Pasar Modal

Namun, pelemahan IHSG dan Rupiah hanya sementara. Pasca-demo 22 Mei usai, IHSG dan Rupiah kompak menguat.

Berikut fakta-faktanya seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Jumat (24/5/2019):

 

1. IHSG dan Rupiah Tersungkur

Pada demo 22 Mei yang berakhir ricuh, IHSG dan Rupiah sama-sama melemah. Pada perdagangan Rabu, Rupiah tembus level Rp14.525 per USD. Pelemahan ini terdalam sejak awal 2019. Sementara IHSG ditutup turun ke level 5.939

 

2. Pelemahan IHSG dan Rupiah Hanya Sementara

 

Aksi demonstrasi 22 Mei 2019 tidak akan berdampak signifikan terhadap investasi dan pasar keuangan di dalam negeri. Bahkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan indeks harga saham gabungan (IHSG) diyakini tak akan berlangsung lama.

”Ya itu namanya euforia pasar. Pasar itu suka sentimental saja,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta.

 Baca Juga: Pasca-Demo 22 Mei, Bos BI: Transaksi Perbankan Naik Tembus Rp14 Triliun

Menurut Darmin, aksi massa yang terjadi secara keseluruhan masih bisa dikendalikan oleh aparat keamanan. Karena itu, kondisi pada 22 Mei 2019 ini tidak akan berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan pelaku pasar. ”Belum ada yang signifikan,”

3. Pasca-demo, Rupiah dan IHSG Menguat

Sehari setelah demo 22 Mei yang ricuh, IHSG dan Rupiah menguat. Tercatat, IHSG ditutup menguat 1,5% ke level 6.032 pada perdagangan Kamis 23 Mei 2019. Sementara, Rupiah juga menguat ke level Rp14.480 per USD.

4. Aksi 22 Mei Tak Pengaruhi Investasi Pasar Modal

sosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) menilai aksi unjuk rasa pada 22 Mei 2019 yang berujung ricuh tidak mempengaruhi investor di pasar modal. hal tersebut terbukti dari IHSG yang naik pada hari ini.

"Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini (23/5) naik, artinya investor percaya diri, demo kemarin (22/5) tidak mempengaruhi investor untuk masuk ke pasar hari ini," ujar Ketua Umum APEI, Rudy Utomo .

 Baca Juga: Penguatan IHSG Tak Terbendung, Sore Ini Meroket 1,5% ke 6.032

5. Transaksi Perbankan Naik Pasca-demo

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa kondisi perbankan secara keseluruhan sekarang ini berjalan dengan normal. Setelah terjadi kericuhan masa aksi demo 22 Mei di depan Gedung Bawaslu, kemarin.

Sudah ada 13 bank yang melakukan penarikan uang melalui BI. Hal tersebut mencerminkan aktivitas perbankan yang berjalan secara normal.

"Jadi, aktivitas kliring transfer melalui sistem kliring transfer BI itu kemarin volumenya 696.000, nilainya Rp14 triliun, ini lebih tinggi dari rata-rata harian," ungkapnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini