nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terancam Pailit, Nasib Produsen Taro Diputuskan Pekan Depan

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 25 Mei 2019 15:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 25 278 2060317 terancam-pailit-nasib-produsen-taro-diputuskan-pekan-depan-j6kYvIKDaZ.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), menginginkan kreditor dapat menerima proposal perdamaian yang ditawarkan perseroan untuk proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) untuk anak usaha perseroan PT Putra Taro Paloma (PTP) dan PT Balaraja Bisco Paloma (BBP).

"Prosesnya masih sedang rapat PKPU, Minggu depan, hari Senin (27/5/2019). Kami rapat dengan kreditor apakah akan menyetujui proposal perdamaian atau akan ada perpanjangan pkpu lagi," ujar Corporate Secretary TPS Food, Michael H.Hadylala kepada Okezone, Sabtu (25/5/2019).

Dia menuturkan, bahwa pihaknya optimis proposal perdamaiannya akan diterima. Di mana dari kreditor konkruen mayoritas tidak keberatan dengan proposal AISA. Namun AISA masih menunggu dari kreditor separatis yaitu Bank UOB apakah mendukungnya juga.

"Harapannya jika Bank UOB mendukung proposal perdamaian dalam PKPU ini, kans untuk keluar dari PKPU akan lebih besar," tutur dia.

Dua anak usaha perseroan ini yang memproduksi makanan ringan atau disebut snack merek Taro. Adapun kasus PKPU anak usaha perseroan ini terdaftar di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan nomor perkara 117/Pdt.Sus-PKPU/2018/PN Jkt.Pst. Pemohon kasus PKPU tersebut PT Bank UOB Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) Hengky Koestanto membantah kabar yang menyatakan bahwa perusahaan tengah berada dalam keadaan bangkrut.

Dirinya memohon pengertian stakeholders, lantaran perusahaan masih dihadapkan pada beberapa kendala, termasuk transisi dari manajemen lama ke baru. Demikian dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta.

(Baca juga: Dikabarkan Bangkrut, Begini Jawaban Tiga Pilar Sejahtera)

Adapun beberapa kendala yang masih dihadapi emiten saat ini, yaitu proses perdamaian antara emiten itu dan entitas anak usaha yang mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Beberapa anak usaha AISA yang tengah di PKPU yakni PT Putra Taro Paloma, PT Balaraja Bisco Paloma, PT Tiga Pilar Sejahtera, PT Poly Meditra Indonesia, PT Dunia Pangan, PT Jatisari Sri Rejeki, PT Indo Beras Unggul dan PT Sukses Abadi Karya Inti.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini