nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waktu yang Tepat untuk Tanam Modal di Pasar Keuangan

Senin 27 Mei 2019 11:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 27 278 2060786 waktu-yang-tepat-untuk-tanam-modal-di-pasar-keuangan-QOKR1uO37o.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Meskipun pasca pemilihan presiden ketegangan politik di dalam negeri belum mereda, namun kondisi ini bisa dimanfaatkan investor pasar modal untuk masuk ke pasar mengkoleksi saham-saham murah di tengah keluarnya dana asing di pasar.

Menurut direktur utama Bahana Sekuritas, Feb Sumandar, saat ini dinilai waktu yang pas masuk ke pasar keuangan Indonesia karena imbal hasil dan keuntungan yang ditawarkan masih lebih baik dibandingkan negara lainnya.”Saat pasar saham mengalami tekanan, investor bisa mencari pendanaan atau berinvestasi di obligasi pemerintah maupun korporasi yang memiliki prospek positif," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (27/5/2019).

Baca Juga: Bos BEI Buka-bukaan Tantangan Pasar Modal, dari Pilpres hingga The Fed

Selama empat bulan pertama tahun ini, beberapa indikator perekonomian belum memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan. Selama kuartal pertama, perekonomian tumbuh hampir sama dengan periode yang sama tahun lalu dan neraca perdagangan hingga akhir April kembali mencatat defisit.

Kendati demikian, prospek perekonomian Indonesia dalam jangka menengah panjang dinilai masih cukup menjanjikan terutama didukung oleh konsumsi rumah tangga. Selama kuartal pertama 2019, Bahana Sekuritas telah mengantarkan Exim Bank, Maybank, dan PLN mencari pendanaan melalui penerbitan obligasi dan sukuk dengan total sekitar Rp7,75 triliun.

IHSG Ditutup Menguat 76,4 Poin Hari Ini 

Di sisa tahun ini, Feb memperkirakan akan lebih banyak korporasi yang mencari pendanaan baik dengan menerbitkan saham maupun obligasi untuk menopang ekspansi usaha."Kami sangat berharap Otoritas Jasa Keuangan bisa menjaga keadaan tetap kondusif dan aman bagi semua pemain di pasar modal melalui regulasi yang adil bagi semua pihak," ujar Feb.

Bahana memperkirakan hingga akhir tahun akan ada potensi penerbitan surat utang lebih dari Rp20 triliun, penerbitan surat utang jangka menengah (Medium Term Notes) Rp7 triliun, empat korporasi berencana menjual saham perdana serta rencana untuk aksi merger dan akuisisi (M&A) masih akan berlanjut.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini