nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kondisi Ekonomi RI Stabil usai Pemilu, Jepang Siap Tambah Investasi

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 19:26 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 29 320 2061916 kondisi-ekonomi-ri-stabil-usai-pemilu-jepang-siap-tambah-investasi-TjNoXjpRMc.jpeg Foto: Dok. Kemenperin

JAKARTA - Sejumlah investor Jepang di sektor industri masih berminat untuk terus menanamkan modalnya di Indonesia. Hal ini lantaran mereka melihat kondisi ekonomi, politik dan keamanan di Indonesia yang tetap stabil dan kondusif terutama setelah penyelenggaraan Pemilihan Umum 2019.

Pernyataan positif disampaikan usai pertemuan antara Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dengan para pengusaha Jepang yang tergabung dalam Keidanren di Tokyo. Rombongan pelaku usaha Negeri Sakura dipimpin oleh Vice Chairman Keidanren Kobayashi Ken.

“Kami menyampaikan, pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo bertekad untuk semakin menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kemudahan perizinan usaha serta fasilitas insentif fiskal maupun nonfiskal,” tutur Airlangga, dalam keterangannya, Rabu (29/5/2019).

Menurutnya, pada periode kedua nanti, pemerintahan Jokowi akan lebih fokus mendorong upaya peningkatan investasi sektor industri di Indonesia, terutama yang berorientasi ekspor dan sebagai substitusi impor. Guna menarik investor, pemerintah juga menjalankan berbagai program secara massif untuk membangun kualitas sumber daya manusia sesuai kebutuhan di era industri 4.0.

Baca Juga: RI Jajakan Peluang Investasi ke Investor Jepang

“Kami melihat investasi Jepang merupakan jangka panjang. Apalagi, kedua negara selama ini telah menjadi mitra strategis dalam menjalin kerja sama ekonomi yang saling komprehensif,” papar Menperin.

Jepang merupakan investor terbesar kedua di Indonesia sepanjang tahun 2018, dengan nilai investasi mencapai USD4,9 miliar atau 16,7% dari total penanaman modal asing (PMA).

Airlangga menambahkan, Jepang adalah salah satu kisah sukses dari para investor yang ingin terus menanamkan modalnya di Tanah Air. Contohnya di sektor industri otomotif, sejumlah produsen Jepang skala global telah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.

“Di Jawa Barat ada kawasan Bekasi, Karawang, dan Purwakarta (Bekapur) yang dijuluki Detroit-nya Indonesia karena di sana ada para investor Jepang, terutama sektor industri otomotif yang menjadi key driver,” imbuhnya. Pada kesempatan itu, dibahas pula mengenai percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Baca Juga: Surat Berharga Komersial Jadi Alternatif Pendanaan Jangka Pendek Non-Bank

Proyek strategis tersebut diyakini mampu menurunkan biaya dan mempermudah akses logistik bagi manufaktur-manufaktur khususnya yang berlokasi di kawasan industri Jawa Barat. Apalagi akan dibangun pelabuhan khusus industri otomotif untuk memfasilitasi pengapalan produk Indonesia.

Selain bertemu dengan rombongan Keidanren, Menperin juga melakukan diskusi dengan jajaran direksi perusahaan Jepang skala besar seperti Sojitz Corporation. “Sojitz ingin memperkuat investasinya di Indonesia. Oleh karena itu, mereka berharap dengan terpilihnya Presiden Jokowi untuk periode selanjutnya dapat memberikan kemudahan investasi,” jelasnya.

Kemudian, Airlangga bertemu dengan jajaran direksi Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC). SMBC merupakan perusahaan perbankan dan jasa keuangan multinasional Jepang, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sumitomo Mitsui Financial Group.

“Kami berharap agar SMBC dapat juga mewujudkansuccess stories untuk investasi bidang finansial di Indonesia, sehingga dapat mengajak sektor finansial di Jepang agar meningkatkan investasinya di Indonesia,” ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini