Dear Milenial, Jangan Lupa Sisakan Bonus untuk Beli Rumah

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 09:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 29 470 2061657 dear-milenial-jangan-lupa-sisakan-bonus-untuk-beli-rumah-lAGJlBJEjf.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

GENERASI milenial menjadi konsumen yang paling antusias membeli rumah dalam enam bulan ke depan, dengan preferensi hunian kisaran harga menengah dan dekat dengan transportasi umum.

Namun, generasi ini masih belum memiliki perencanaan yang matang dalam rencana membeli rumah. Fakta menarik tersebut terungkap dari hasil riset Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research, Singapura. Survei berkala ini dilaksanakan Rumah.com sebagai pemimpin pasar properti portal di Indonesia untuk mengikuti secara langsung perkembangan yang terjadi di pasar. Survei ini diikuti 1.000 responden dari kota-kota di seluruh Indonesia, di mana 69% responden berasal dari rentang usia milenial (22-39 tahun) yang terdiri dari 34% milenial muda (kelahiran 1990-1997), sedangkan 35%-nya adalah milenial tua (kelahiran 1982-1989).

Baca Juga: Sri Mulyani Buka-bukaan soal Rumah Bebas PPN

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menjelaskan, mengacu pada hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, tidak banyak porsi penghasilan tambahan yang dianggarkan generasi milenial untuk membeli rumah, seperti saat Lebaran seperti ini, di mana kebanyakan pekerja memperoleh tunjangan hari raya. Sebanyak 70% responden hanya menganggarkan kurang dari 25% bonus tahunannya untuk membeli rumah. Berdasarkan hasil riset Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, responden pencari rumah pertama baru berniat punya rumah sendiri setelah menikah. Itulah sebabnya, rencana beli rumah maupun usia saat keluar dari rumah orang tua berada pada rentang usia akhir 20-an.

Sementara pencari rumah pertama fokus pada rumah untuk keluarga kecil tanpa atau dengan satu anak. Generasi milenial mempunyai strategi sendiri dalam mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Sebanyak 51% milenial menggunakan strategi menabung sebisanya, sementara yang menabung secara rutin ada 49%. Sedangkan, 12% dari total responden milenial yang berencana membeli rumah mengaku memiliki lebih dari satu pekerjaan demi mewujudkan rencana mereka tersebut. Ike juga menjelaskan bahwa berdasarkan Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019, generasi milenial menjadi responden yang paling antusias untuk membeli rumah dalam enam bulan ke depan.

rumah

Preferensi mereka adalah hunian dengan kisaran harga menengah dan dekat dengan transportasi umum. “Survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1 2019 menunjukkan responden dengan rentang usia 28-30 tahun adalah yang paling banyak memiliki rencana untuk mulai tinggal sendiri dan pindah dari rumah orang tua mereka. Generasi milenial yang berencana keluar dari rumah orang tua dalam enam bulan ke depan tidak semuanya serta-merta membeli rumah. Sekitar 25% di antaranya memilih mengontrak daripada membeli rumah sendiri,” kata Ike. Saat ini 24% responden masih tinggal dengan orang tua mereka, di mana 82% di antaranya mempunyai rencana untuk keluar dari rumah orang tua mereka.

Dari total generasi milenial yang menjadi responden, sebagian besar sudah tinggal sendiri. Sementara, mayoritas dari mereka yang masih tinggal bersama orang tua berencana keluar dari rumah orang tua dalam enam bulan ke depan. Jika dilihat dari usianya, mereka yang sudah tinggal sendiri paling banyak mulai keluar dari rumah pada usia 31-34 tahun, sementara mereka yang masih tinggal bersama orang tua saat ini paling banyak berencana membeli rumah sendiri pada usia 28-30 tahun. Jadi, dapat disimpulkan bahwa milenial muda punya keinginan untuk keluar rumah lebih cepat dibandingkan milenial tua.

“Generasi milenial memiliki niat yang tinggi untuk membeli rumah, tetapi kurang berusaha, misalnya menabung secara rutin atau menyisihkan pendapatan tambahan seperti bonus dan lain-lain dengan jumlah yang signifikan. Sebagai generasi pertama yang berinteraksi langsung dengan internet, generasi milenial mengalami keterbukaan yang sangat tinggi terhadap informasi online sehingga prioritas pengelolaan keuangan mereka akan sedikit banyak dipengaruhi informasi yang didapatkan. Pemangku kepentingan properti harus bersama-sama mengedukasi generasi milenial perihal rumah sebagai kebutuhan primer dan memberikan edukasi mengenai pentingnya memiliki rumah sedini mungkin,” papar Ike.

(Anton C)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini