nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kenangan Masa Kecil Sri Mulyani saat Merayakan Lebaran

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 05 Juni 2019 10:39 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 05 320 2063840 kenangan-masa-kecil-sri-mulyani-saat-merayakan-lebaran-O5z2gJy4Vf.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Seluruh umat muslim tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri pada hari ini. Begitu juga Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani membagikan kisah sewaktu masih kecil merayakan Hari Kemenangan lewat akun instagramnya. Dia mengatakan, banyak persiapan yang dilakukan keluarga untuk merayakan Lebaran.

"Sejak kecil saya mengenalnya sebagai Hari Lebaran, selesainya ibadah puasa Ramdhan. Di masa kecil saya sebelum Lebaran banyak persiapan dilakukan di keluarga," tulisnya, Rabu (5/6/2019).

 Baca Juga: Fakta Terkini Defisit BPJS Kesehatan yang Tembus Rp9,1 Triliun pada 2018

"Menjahit baju baru (kembar) untuk kami anak-anak perempuan. Menyiapkan bekal perjalanan keberangkatan ke rumah Embah Putri (Eyang putri), karena tidak banyak rumah makan dan restaurant seperti sekarang," sambungnnya.

Sri Mulyani mengatakan, saat perjalanan pulang mudik, dia dan keluarga melalui sawah-sawah yang menghijau mendekati panen, juga melewati pasar tumpah di setiap kota yang kita lalui.

"Tidak ada ketergesaan, semua saling membagi ruang, membagi waktu, membagi rejeki, semua rukun dan ramah. Semua manusia tampak bahagia, meski hidup tidak berlebihan secara materi. Semua manusia saling bersalaman dan saling mengucapkan “maaf lahir batin”, untuk memulai lagi lembaran hubungan antar manusia yang baru, bebas dari saling syak wasangka dan dendam," ujarnya.

Menurutnya, Lebaran adalah moment setiap individu untuk saling memaafkan secara ikhlas, membangun kembali tali silaturahmi secara tulus dan murni yang bebas dari bungkus kepura-puraan penampilan.

Baca Juga: Harga Daging Ayam dan Sapi Meroket saat Lebaran

"Lebaran adalah momen kita melakukan sungkeman ke orang tua. Betapa banyak kesalahan kita sebagai anak kepada orang tua kita. Dalam sungkem kami meminta maaf dan memohon doa restu. Betapa damai sewaktu kepala kita tumpukan di pangkuan orang tua. Sejenak merasakan elusan tangan dan bisikan doa di telinga kita, dan ciuman di kepala kita. Orang tua mengingatkan agar kita senantiasa berbuat baik kepada sesama, jujur dan ikhlas. Jangan lupa sembahyang (sholat), selalu mampu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Orang tua kita senantiasa mendoakan agar putra-putrinya selamat dan bahagia dalam menapaki kehidupan," ujarnya.

Di masa kecilnya, Sri Mulyani juga kerap melakukan ziarah saat Lebaran. Dia ziarah ke makam Embah Kakung dan leluhur yang telah meninggal.

"Menabur bunga mawar merah dan putih sambil memanjatkan doa- agar arwah beliau mendapat ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Alfatehah untuk para leluhur yang telah mendahului kita. Sambil mengingatkan diri bahwa suatu saat kita pun akan dipanggil pulang oleh Sang Khalik," tuturnya.

Selain itu, tentu ada makanan khas yang patut dirasakan saat Lebaran. Sri Mulyani mengaku bersama keluarga selalu ada pesta ketupat hingga opor.

"Lebaran adalah pesta ketupat, opor, sambel goreng ati, ditabur bubuk kedelai. Di sela soto ayam, serundeng dan lemper buatan embah putri yang begitu lezat," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini