Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menko Darmin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2019

Koran SINDO , Jurnalis-Senin, 10 Juni 2019 |10:39 WIB
Menko Darmin Optimistis Ekonomi Tumbuh 5,2% di Kuartal II-2019
Ilustrasi: Shutterstock
A
A
A

JAKARTA - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II/2019 dapat tumbuh 5,2%. Hal ini didasari pada manajemen makroekonomi yang solid, permintaan domestik yang kuat, dan momentum pertumbuhan yang sudah terjadi di pemerintahan saat ini.

Di sisi lain, kenaikan peringkat dari lembaga rating S&P dan kenaikan indeks kompetitif dari International Institute for Management Development (IMD) diperkirakan akan menambah daftar positif yang membuat Indonesia semakin menarik dan layak sebagai negara investasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi akan terus berkelanjutan. Peningkatan investasi, mendorong ekspor, substitusi impor, dan mendorong industri penghasil devisa menjadi fokus utama pemerintah.

Baca Juga: Kinerja Produksi Freeport Turun Tekan Perekonomian Maluku dan Papua

”Sejumlah infrastruktur publik utama sudah selesai dan sebagian lain dalam tahap penyelesaian. Hal ini memberikan fondasi kuat bagi peningkatan investasi swasta di berbagai sektor,” ujarnya di Jakarta baru-baru ini.

Dari sisi permintaan agregat, pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai ditopang secara seimbang oleh empat mesin pertumbuhan yaitu konsumsi, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah.

”Selama tiga tahun terakhir, inflasi Indonesia dapat dijaga pada kisaran 3,5%, lebih rendah dibanding rata-rata inflasi selama sepuluh tahun terakhir sebesar 5,6%,” kata Darmin.

Investasi secara bertahap mulai pulih kembali, ditopang oleh kesehatan sektor keuangan (perbankan dan pasar modal), pelaksanaan program pembangunan infrastruktur, serta peningkatan daya saing iklim usaha dan investasi Indonesia.

Darmin Nasution dan Yasonna Bicara Perbaikan Iklim Usaha dan Revitalisasi Hukum 

Perbaikan iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan berusaha (sistem OSS), diyakini akan semakin mendukung sentimen positif Investor. Sebab itu, pemerintah yakin beberapa sektor seperti transportasi dan energi akan diminati oleh investor.

Meski begitu, pemerintah tidak menutup mata terhadap perkembangan ekonomi global yang tengah mencari titik keseimbangan baru. Untuk itu, pemerintah akan mengambil langkah-langkah responsif menghadapi risiko berlanjutnya tekanan eksternal.

Dalam menghadapi risiko tersebut, arah kebijakan pemerintah saat ini akan lebih difokuskan pada strategi menjaga stabilitas dan penguatan fundamental ekonomi domestik.

Permintaan domestik juga diyakini akan tetap kuat dalam jangka pendek karena meningkatnya lapangan kerja di sektor formal dan diperluasnya program bantuan sosial pemerintah. Pemerintah juga serius menggarap UMKM sebagai basis ekonomi.

”Pasar dalam negeri harus diisi oleh UMKM karena hampir 99% kegiatan usaha di Indonesia adalah UMKM yang menyerap hampir 90% tenaga kerja domestik,” tuturnya.

Di sisi lain, pemerintah juga akan fokus membuka pasar ekspor baru di negara-negara non-traditional market seperti di Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

Manufaktur Mulai Menggeliat

Data Purchasing Managers’ Index™ (PMI™) manufaktur Indonesia yang dirilis oleh Nikkei menunjukkan PMI manufaktur Indonesia pada Mei tahun ini sebesar 51,6 atau naik dibanding bulan sebelumnya yang ada di posisi 50,4.

Poin PMI di atas angka 50 menandakan bahwa sektor manufaktur tengah ekspansif. Capaian pada Mei 2019 merupakan yang tertinggi sejak Agustus 2018. Pada periode Mei memperlihatkan kepercayaan diri pelaku manufaktur Indonesia terus melonjak, perusahaan juga menaikkan jumlah tenaga kerja, dan menaikkan aktivitas pembelian.

Baca Juga: Bappenas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Bisa Lebih Tinggi

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, pendorong kenaikan tersebut adalah ekspansi yang lebih kuat pada output dan pertumbuhan pada permintaan baru.

”Kami melihat, para pelaku industri manufaktur masih tetap optimistis untuk melakukan ekspansi atau menambah investasi. Hal ini didukung dengan kondisi politik, ekonomi, dan keamanan di Indonesia yang stabil dan kondusif, terutama pascapemilu kemarin,” sebutnya.

Menanggapi data survei PMI Manufaktur Indonesia pada Mei 2019, Kepala Ekonom IHS Markit Bernard Aw menyampaikan, pertumbuhan sektor manufaktur Indonesia pada Mei menjadi momentum mengumpulkan semangat optimisme menuju triwulan kedua tahun ini.

”Kondisi permintaan yang semakin kuat mendorong perusahaan akan terus meningkatkan produksi pada bulan-bulan mendatang,” jelasnya. Menurut dia, kenaikan yang berlanjut ini juga akan meningkatkan kepercayaan diri di antara pelaku industri manufaktur di Indonesia.

(Oktiani Endarwati)

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement