nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Rupiah Bisa Menguat ke Rp13.900/USD pada 2020

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 11 Juni 2019 21:19 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 11 278 2065466 alasan-rupiah-bisa-menguat-ke-rp13-900-usd-pada-2020-JjEDQtZKyy.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar Rupiah akan berada di kisaran Rp13.900-Rp14.300 per USD pada tahun 2020. Hal ini berdasarkan prospek perekonomian domestik dan global yang cenderung membaik di tahun depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan, pada tahun 2020 diperkirakan adanya penguatan pada neraca pembayaran Indonesia yang berlanjut, ditopang peningkatan arus masuk modal asing (capital inflow) dan penurunan defisit transaksi berjalan (current aacount defisit/CAD).

 Baca Juga: 2020, Gubernur BI Ramal Rupiah Bergerak di Rp13.900-Rp14.300/USD

Aliran masuk modal asing diperkirakan meningkat dipengaruhi oleh prospek ekonomi yang membaik dan koordinasi yang kuat antara pemerintah dengan berbagai otoritas terkait. Sehingga defisit transaksi berjalan dipekirakan tetap terkendali dalam kisaran 2,5%-3% Produk Domestik Bruto (PDB).

"Nilai tukar yang membaik ini juga ditopang oleh pendalaman pasar keuangan, yang terus dapat menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah maupun juga efisiensi pasar valas domestik," ujarnya di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Dia menyatakan, proyeksi tersebut lebih baik dari perkiraan rata-rata nilai tukar Rupiah pada tahun ini yang dikisaran Rp14.000-Rp14.400 per USD. Di mana, Rupiah masih terdampak tekanan perekonomian global akibat perang dagang AS dan China yang kemudian memengaruhi sentimen pasar keuangan global.

 Baca Juga: Strategi Sri Mulyani Jaga Rupiah agar Tak Bergerak Liar pada 2020

Perry menyebutkan, hingga 10 Juni 2019 kurs Rupiah tercatat Rp14.250 per USD atau menguat 0,91% dibandingkan dengan level akhir 2018 yang sebesar Rp14.380 per USD. Sementara itu, secara rerata mencapai Rp14.187 per USD atau menguat 0,41% dibandingkan rerata 2018 yang sebesar Rp14.246 per USD.

"Perkembangan nilai tukar Rupiah yang pada tahun 2019 ini tetap terkendali, meskipun ketidakpastian global dan faktor musiman permintaan domestik untuk kebutuhan pembayaran dividen non-resident memberikan tekanan pada kuartal II 2019," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini