nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penanganan Arus Balik Lebaran 2019 Kurang Maksimal, Menhub Minta Maaf

Rabu 12 Juni 2019 15:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 12 320 2065682 penanganan-arus-balik-lebaran-2019-kurang-maksimal-menhub-minta-maaf-widQADQGIZ.jpg Foto: Kepadatan saat Arus Balik di Tol Cikampek Utama

JAKARTA - Pemerintah menyatakan telah berusaha sebaik mungkin dalam mengatur arus mudik dan balik Lebaran 2019. Secara umum, pelaksanaan masa angkutan Lebaran berjalan dengan baik tanpa peristiwa yang terlalu berarti.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui, pelaksanaan mudik masih ada kekurangan, sehingga perlu dievaluasi untuk perbaikan ke depan. Namun, dia menyebut, secara umum sudah sesuai harapan.

"Mudik masih ada kekurangan, waktu balik ke Jakarta ada yang kurang maksimal yang harus jadi perhatian kita, karenanya kalau senang ya selamat, kalau kurang ya maaf," ujarnya di Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Baca Juga: Uang Mudik Lebaran Bisa untuk Investasi di Daerah, Ini Caranya

Menurut Menhub, arus mudik cukup lancar meski arus balik lebih padat karena waktu yang lebih sedikit. Selain itu, kata dia, jalur darat selalu menjadi pilihan utama masyarakat.

Mantan direktur utama Angkasa Pura II itu menilai, arus mudik melalui jalur darat mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat arus balik yang sempat terjadi kemacetan parah di sejumlah ruas tol pada puncak seperti hari Sabtu (8 Juni) dan Minggu (9 Juni).

Berdasarkan data Kemenhub, pada 9 Juni terjadi lonjakan pemudik menjadi 1,32 orang dibandingkan sehari sebelum dan sesudahnya yang masing-masing hanya 1,2 juta orang.

"Fenomena mudik suatu indikator yang bisa tunjukkan bahwa pemerintah hadir atau tidak, pemerintah itu berkinerja atau tidak," kata dia.

Baca Juga: Penukaran Uang Baru untuk Lebaran Tembus Rp160 Triliun

Menhub mengatakan, kenaikan pemudik jalur darat pada tahun ini tidak terlepas dari mulai beroperasinya sejumlah jalan tol seperti Trans Jawa dan Trans Sumatra. Kehadiran jalan tol, menurut dia, karena pemerintah fokus membangun infrastruktur untuk memperkuat konektivitas antardaerah.

"4-5 tahun lalu kita hanya bicara mengenai Simpang Jomin yang menakutkan bahkan saat mulai itu ada horor Brexit. Saya tidak bayangkan juga Lampung Palembang kemarin teman dari Depok ke Palembang 8,5 jam," ucapnya.

(Isna Rifka Sri Rahayu-iNews)

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini