nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Minta Masukan Kadin dan Hipmi, Tapi Hanya Tiga Poin

Rabu 12 Juni 2019 18:03 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 12 320 2065768 presiden-jokowi-minta-masukan-kadin-dan-hipmi-tapi-hanya-tiga-poin-tLI0kboNJB.jpg Foto: Presiden Bertemu dengan Pengusaha di Kadin dan Hipmi (Setkab)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menerima pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) untuk meminta sejumlah masukan dari organisasi pengusaha itu.

"Pada siang hari ini, saya minta masukan tapi nggak usah banyak-banyak, kira-kira yang konkret, 1, 2 atau 3, apa sih yang harus kita kerjakan setelah nanti MK rampung, biar saya bisa kerja," kata Presiden Jokowi ketika menerima pengurus Kadin Indonesia dan Hipmim dikutip dari Antaranews, di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Kepapa Negara menanyakan apa yang diinginkan oleh pengusaha sehingga kegiatan usaha dapat berkembang baik.

"Jangan banyak-banyak, tiga saja apa? Bapak kerjain ini pak. Nggak usah banyak-banyak, nanti malah kebanyakan," katanya.

Baca Juga: Pengusaha Berharap Kerusuhan 22 Mei Tak Terulang

Dia berharap masukan-masukan itu merupakan kunci bagi kalangan pengusaha Indonesia untuk dapat memanfaatkan momentum dan peluang yang ada.

"Juga mungkin kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh pengusaha, dunia usaha terutama, pelaku di sektor riil ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah kepada Ketua Kadin dan Hipmi serta seluruh jajaran pengurus dan pengusaha.

Presiden menyebutkan pelaksanaan Pemilu 2019 telah selesai meskipun masih ada proses di MK.

"Kita berharap kita fokus lagi, konsentrasi lagi pada urusan-urusan ekonomi dan terutama ini karena perang dagangnya semakin sengit," katanya.

Kepala Negara mengingatkan perang dagang itu tidak dilihat sebagai sebuah masalah besar tetapi sebuah peluang karena ads sebuah kesempatan yang bisa diambil dari ramainya perang dagang itu.

"Saya melihat bapak, ibu dan saudara semuanya berada pada garis yang paling depan dalam memanfaatkan peluang ini," katanya.

Baca Juga: Pengusaha: Kita Butuh Keadaan Kondusif dan Aman

Dia mencontohkan pasar di Amerika yang sebelumnya dimasuki produk produk dari China, bisa menjadi peluang Indonesia untuk memperbesar kapasitas sehingga produk Indonesia bisa masuk ke sana.

"Seperti yang saya lihat, misalnya produk tekstil, garmen, itu yang dulunya diisi dari produk dari sana, sekarang karena mereka 'ramai' ya bisa kita isi," katanya.

Juga produk elektronik atau furniture yang menurut catatannya lebih dari 50 persen dari Tiongkok, bisa diisi dari Indonesia.

"Saya kira peluang peluang seperti ini yang secara detil harus kita lihat dan kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk meningkatkan ekspor kita," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini