nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Disebut Punya Utang Rp614 Triliun, Ini Penjelasan Lion Air

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 14:26 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 13 320 2066053 disebut-punya-utang-rp614-triliun-ini-penjelasan-lion-air-kMl04rQAob.jpg Foto: Okezone

JAKARTA Lion Air menyatakan informasi utang atau berpotensi utang yang mencapai Rp614 triliun serta akan menjadi beban pihak lain adalah tidak benar.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air Group benar melakukan pemesanan armada (order) lebih dari 800 pesawat udara dari berbagai pabrikan pesawat (aircraft manufacture) di seluruh dunia.

"Saat ini, Lion Air Group telah menerima lebih dari 340 pesawat dari total pesanan dimaksud dan sudah mengoperasikannya di tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Thailand," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

 Baca Juga: AP I Akui Lion Air Pernah Tunda Pembayaran Jasa Bandara

Berikut pernyataan Lion Air seperti dikutip Okezone:

1. Pendanaan dalam pengadaan pesawat udara dilakukan menggunakan berbagai metode/ cara (tidak semua pesawat diperoleh dengan cara meminjam dana).

2. Pesanan pesawat udara tersebut, tidak semua akan dioperasikan di Indonesia.

3. Pengadaan pesawat tidak dijamin oleh siapapun dan tidak menjaminkan siapapun, kecuali Lion Air sendiri yang bertanggungjawab atas pengadaan pesawat yang dilakukan dengan jaminan aset perusahaan, termasuk pesawat yang dibeli. Apabila pesawat tersebut disewa, maka tidak diperlukan adanya jaminan

"Saat ini, kondisi operasional dan keuangan Lion Air dalam keadaan normal dan berjalan lancar," kata Danang.

 Baca Juga: Cerita Lion Air yang Kesulitan Keuangan hingga Tak Mampu Bayar ke AP I

Lion Air menegaskan sesuai pandangan dan analisis tajam bisnis ke depan, Lion Air bersama anggota Lion Air Group yang lain akan terus melakukan pengembangan bidang usaha dan rute (ekspansi bisnis).

Terkait adanya penyebaran informasi yang tendensius, menyesatkan dan menyudutkan perusahaan serta pemilik perusahaan, Lion Air sedang mempelajari untuk menentukan langkah-langkah berikutnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini