nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: RI Butuh Investasi Rp5.823 Triliun pada 2020

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 13 Juni 2019 18:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 13 320 2066155 sri-mulyani-ri-butuh-investasi-rp5-832-triliun-pada-2020-3t5emEuQWp.jpg Foto: Pemerintah Raker dengan Komisi XI DPR (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3% -5,6% dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020. Untuk mencapai target itu, pemerintah butuh investasi untuk menjadi motor penggerak ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pada tahun depan diperlukan pertumbuhan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) di angka 7%-7,4%. Maka, angka kebutuhan investasi pada rentang Rp5.802 triliun - Rp5.823 triliun.

"Jika lihat komposisi pelaku investasi baik investasi berasal dari pemerintah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), perusahaan non bumn, PMA (Penanaman Modal Asing) dan dari sisi pure private, kebutuhan investasi adalah antara Rp5.802 triliun hingga Rp5.823 triliun," ujar dia dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Menperin Dorong Realisasi Investasi Sojitz Corporation

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan, swasta ditargetkan menjadi penyumbang utama dalam investasi. Total investasi yang diperkirakan dari swasta antara Rp4.205 triliun - Rp4.221 triliun.

"Untuk bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, investasi swasta jadi sangat penting. Maka mayoritas akan dan harus berasal dari private sector (swasta)," katanya.

Baca Juga: Iklim Investasi Bisa Terganggu jika Pembangunan Pelabuhan Terhambat

Kemudian, untuk investasi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan memberi sumbangsih sebesar Rp540 trilun-Rp572 triliun. Terdiri dari sumbangsih pemerintah pusat sebesar Rp246 triliun-Rp261 triliun dan pemerintah daerah sebesar Rp293 triliun-Rp310 triliun.

Sedangkan untuk BUMN ditargetkan mampu menyumbangkan investasi Rp471 triliun - Rp473 triliun pada tahun 2020. Angka ini meningkat dibandingkan proyeksi pada tahun 2019 yang sebesar Rp429 triliun.

"BUMN diperkirakan masih akan melakukan ekspansi investasi, meskipun tidak setinggi 2018 namun lebih tinggi dari perkiraan 2019," katanya.

Sementara dari perusahaan publik (non BUMN) diperkirakan menyumbang antara Rp143,2 triliun-Rp143,7 triliun. Lalu untuk penanaman modal asing ditargetkan mampu menyumbangkan angka investasi sebesar Rp426 triliun-Rp428 triliun.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini