Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

NVIDIA Pilih Investasi di Malaysia, BKPM Akui Lulusan Magister RI Lebih Rendah

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Jum'at, 09 Januari 2026 |20:25 WIB
NVIDIA Pilih Investasi di Malaysia, BKPM Akui Lulusan Magister RI Lebih Rendah
NVIDIA Pilih Investasi di Malaysia Bukan Indonesia (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menanggapi hasil keputusan investasi perusahaan teknologi global NVIDIA yang memilih Johor Bahru, Malaysia, dibandingkan Indonesia.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Nurul Ichwan mengungkapkan salah satu pertimbangan utama NVIDIA adalah ketersediaan tenaga kerja dengan kualifikasi tinggi di bidang komputer, khususnya lulusan magister PhD.

Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan perusahaan, Malaysia dinilai memiliki jumlah tenaga ahli dengan latar belakang pendidikan master dan PhD di bidang komputer yang lebih banyak dibandingkan Indonesia, sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan operasional dan riset perusahaan teknologi besar.

"Kalau yang saya sempat dengar bahwa mereka memilih Malaysia salah satunya karena mereka mendata tuh berapa Master, berapa PhD yang tersedia di Indonesia dan Malaysia sesuai dengan kebutuhan mereka. Ya, suka tidak suka ternyata dari hasil observasi mereka, Malaysia lebih punya banyak PhD di bidang komputer, dan juga master di bidang itu," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara, Jumat (9/1/2026).

Ia mengakui meskipun Indonesia memiliki kawasan digital strategis seperti Nongsa Digital Park di Batam yang telah ditetapkan sebagai salah satu prioritas pengembangan ekosistem teknologi. Namun, keberadaan infrastruktur kawasan dinilai belum cukup tanpa dukungan SDM berdaya saing tinggi.

Nurul Ichwan menegaskan, ke depan pemerintah perlu menyusun strategi pencetakan SDM berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM) secara lebih terarah. Ia mendorong agar perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, menyesuaikan kurikulum dan kapasitas lulusan dengan kebutuhan industri teknologi masa depan.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement