nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Trauma, Tren Investasi Diprediksi Melambat Tahun Ini

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 17 Juni 2019 20:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 06 17 320 2067555 trauma-tren-investasi-diprediksi-melambat-tahun-ini-eleZxamfx3.jpg Foto Investasi (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) memandang tren investasi pada tahun ini masih melambat. Hal ini disebabkan berbagai efek dari perlambatan tahun lalu.

Ketua AMII Edward Lubis mengatakan, anjloknya investasi pada tahun lalu meninggalkan trauma tersendiri bagi para investor. Sehingga mereka lebih hati-hati untuk berinvestasi baik di pasar saham maupun pasar keuangan.

“Ya tadi masih agak lambat itu masih efek dari tahun lalu. Investor masih traumatis,” ujarnya saat ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Senin (17/6/2019).

Menurut Edward, masih melambatnya investasi pada tahun ini terlihat dari cepatnya pergerakan. Sebagai salah satu contohnya adalah di pasar saham.

Baca Juga: Indonesia Kok Kalah dari Vietman? Begini Penjelasan Sri Mulyani

“Seperti saya sampaikan tahun lalu perubahan cepat sekali, dari mulai kuartal I bagus, baik dari equity maupun bond. Tapi the last of the year anjlok. Jadi memang kemarin itu trennya begitu, nah sekarang investor makin bijak liatnya,” jelasnya.

Pada kuartal I-2019, pasar saham menunjukan tanda-tanda positif. Namun setelah itu, tiba-tiba Indeks Harga Saham Gabungan ()IHSG) mendadak anjlok.

“Kemarin saham sempat naik orang take profit. Habis itu turun dalam ke 5.800. jadi itu yang kita liat, smpe nanti dari sisi confident level investor makin besar, baru mulai topup lagi,” kata Edward.

Meskipun begitu, lanjut Edward dirinya memandang jika secara keseluruhan tren investasi masih dalam batas aman. Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada para investor supaya tidak ragu kembali investasi uangnya baik itu pasar modal, pasar keuangan ataupun surat utang.

Baca Juga: Perusahaan Perikanan AS Tanamkan Investasi Rp700 Miliar di Manado

“Tapi secara keseluruhan saya yakin masih aman dan membangun kembali momentum supaya investor kembali,” jelasnya

Meskipun dirasa cukup aman, Edward menyebut jika manager investasi memiliki carannya tersendiri dalam menghadapi perlambatan tren investasi ini. Apalagi menurutnya, tren seperti ini bukan cuma sekali namun suah berkali kali terjadi.

“Sudah pasti punya cara sendiri apakah ke agen penjualnya. Karena hal yag seperti ini sudah sering berulang dan ada waktu dimana MI2 meyakinkan kembali,” kata Edward.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini