nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terbitkan Obligasi Rp500 Miliar, J Resources Tawarkan Kupon hingga 11%

Selasa 18 Juni 2019 11:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 18 278 2067722 terbitkan-obligasi-rp500-miliar-j-resources-tawarkan-kupon-hingga-11-9Sx6NJMU9G.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA – Perusahaan tambang emas, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan menerbitkan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) sebesar Rp3 triliun. Untuk tahap awal, perseroan merilis Rp500 miliar dengan kupon bunga 10% sampai 11% per tahun.

Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk, William Sunarta mengatakan dana obligasi sebagian untuk melakukan pembiayaan kembali (refinancing) Medium Term Notes (MTN), surat utang jangka menengah, yang jatuh tempo pada 2020-2021. Saat ini perusahaan pertambangan mineral ini memiliki total MTN eksisting sebesar Rp1,8 triliun yang diterbitkan pada 2017 dan 2018. "MTN jatuh tempo mulai Mei 2020 sampai Februari 2021," kata William Sunarta dilansir dari Harian Neraca, Selasa (18/6/2019).

Baca Juga: Pemegang Saham Restui J Resources Gelar Private Placement

Sisa dana obligasi akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung operasional Grup J Resources, meliputi pembayaran kepada konsultan yang ditunjuk oleh perseroan sehubungan dengan kegiatan operasional. "Termasuk pembayaran pada bidang geologi, geotag, dan/atau metalurgi karyawan, pemasok, serta pembayaran bunga," William Sunarta.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan menunjuk PT BNI Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas sebagai penjamin emisi obligasi berperingkat idA (single A) dari Peringkat Efek Indonesia (Pefindo) ini. Direktur PT J Resources Asia Pasifik Tbk Edi Permadi mengatakan ke depan perseroan akan meraup margin yang yang lebih besar sejalan dengan membaiknya harga emas dunia serta didukung biaya produksi yang efisien. "Apalagi aset cadangan bijih dan sumber daya mineral perseroan masih besar," kata Edi Permadi.

Perseroan fokus pada bisnis pertambangan, industri, pembangunan, perdagangan, transportasi, pertanian, perbengkelan dan jasa. Hingga kuartal I-2019, penjualan mencapai USD64,02 juta atau setara dengan Rp915 miliar (asumsi kurs Rp14.300 per dolar), naik dari periode yang sama 2018 yakni USD58,08 juta.

ihsg

Namun laba bersih turun menjadi USD3,23 juta atau Rp46 miliar dari periode yang sama 2018 yakni USD4,96 juta. Penjualan pada kuartal I-2019 disumbang paling besar dari penjualan atas emas dan perak. Asal tahu saja, saat ini perseroan tengah membutuhkan pendanaan yang cukup besar untuk ekspansi dengan menyelesaikan dua aset yang ada dalam tahap pengembangan yaitu proyek tambang emas Doup di Sulawesi Utara dan Proyek Pani di Gorontalo.

Adapun dua aset lainnya dalam tahap eksplorasi yaitu Bolangitang dan Bulagidun yang dimiliki PT Gorontalo Sejahtera Mining (GSM). Disebutkan, nilai investasi proyek Doup sebesar USD130 juta. Sedangkan proyek Pani masih dalam tahap studi kelayakan.Kata Direktur PSAB, Deni Permadi, PSAB telah mengantongi pinjaman sindikasi dari Bank BNI sebesar USD231 juta pada April lalu.

Bank BNI telah menyediakan stand by loan untuk pembangunan pabrik Doup. Disebutkan, dana tersebut diserap sebesar USD135 juta untuk proyek Doup dan sisanya untuk membayar refinancing existing yang ada. Selain pinjaman bank, perseroan juga merencanakan penerbitan obligasi dengan target dana Rp3 triliun. Untuk tahap awal, PSAB akan menerbitkan Rp500 miliar obligasi untuk menambah uang operasional di proyek Doup.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini