nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

IPO, Hensel Davest Lepas 381,17 Juta Saham

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 18:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 278 2067976 ipo-hensel-davest-lepas-381-17-juta-saham-yuRWaGtrcB.jpg Ilustrasi IPO (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Hensel Davest Indonesia Tbk melakukan penawaran umum perdana saham sebanyak 381,17 juta lembar saham biasa. Angka tersebut 25% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana saham dari perseroan dengan nilai nominal Rp 100.

Direktur Utama Hensel davest Indonesia Hendra David mengatakan nantinya seluruh dana hasil dari Penawaran Umum Perdana Saham ini setelah dikurangi seluruh biaya-biaya emisi saham akan dialokasikan sekitar 65% untuk peningkatan modal kerja. Perseroan akan melakukan beberapa pengembangan produk seperti davestpay untuk akuisisi marchantberupa UMKM (warung) dan Individu, pembelian persediaan barang dagang, uang muka persediaan barang dagang dan pembiayaan piutang usaha kepada pelanggan.

Kemudian sekitar 10% akan digunakan untuk meningkatkan teknologi komunikasi informasi, serta pengembangan SDM Perusahaan. Sedangkan sekitar 25% sisanya akan digunakan untuk pembelian bangunan untuk operasional perusahaan.

 Baca Juga: Lepas 800 Juta Saham Baru, Inocycle Incar Penjualan Tumbuh 40%

Dalam penawaran umum Perdana saham ini, bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Saham yang telah ditunjuk oleh Perseroan yaitu PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Perseroan dan Penjamin Pelaksana Emisi Efek merencanakan periode Bookbuilding pada tanggal 17-24 Juni 2019 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia di rencanakan pada tanggal 12 Juli 2019.

“Perseroan optimis ke depannya perusahaan akan terus berkembang dan mampu melakukan ekspansi bisnis ke seluruh wilayah Indonesia dan mancanegara didukung dengan peningkatan teknologi dan kualitas produk serta pengembangan SDM yang baik” ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa (18/6/2019)

Hendra menambahkan, perusahaan miliknya bergerak di bidang pengembangan aplikasi perdagangan melalui internet (e-commerce) serta pendistribusian produk digital. HDI akan menjadi Bisnis fintech pertama yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia nantinya.

Baca Juga: 25 Perusahaan Antri Go Public di Pasar Modal Indonesia

Dirinya peraya dengan IPO maka akan banyak perusahaan digital lainnya yang IPO. Apalagi, perkembangan teknologi informasi dan perubahan pola konsumsi di era digital saat ini tentu menjadi tantangan sekaligus potensi pasar yang cukup menjanjikan untuk perusahaan-perusahaan berbasis teknologi (e-commerce) di Indonesia, terlebih kita akan memasuki era revolusi industri 4.0.

Menurut data, Perekonomian digital Indonesia akan tumbuh dari USD 7,8 miliar di 2015 menjadi USD 78,8 miliar di 2025, dengan pertumbuhan terbesar adalah sektor e-commerce dan teknologi finansial.

“Pertumbuhan ini akan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara,” jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini