nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Blokir 114 Iklan Rokok Online, Ini Penjelasan Menkominfo

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 11:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 320 2067732 blokir-114-iklan-rokok-online-ini-penjelasan-menkominfo-1NKU1g3YJb.jpg Foto: Giri Hartomo

JAKARTA - Pemerintah telah memblokir iklan rokok yang muncul di situs-situs online. Tak tanggung-tanggung sudah 114 URL yang sudah diblokir oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan, pemblokiran iklan rokok ini bukan berarti pemerintah melarang penjualan rokok di Indonesia. Sebab hanya iklannya saja yang dilarang oleh pemerintah sedangkan penjualannya tetap diperbolehkan.

Selain itu lanjut Rudiantara, dirinya juga tidak menyalahkan produsen rokok sepenuhnya. Sebab menurutnya, iklan yang tayang di situs-situs online ini belum tentu ditayangkan langsung oleh produsen rokok.

“Saya minta rapat dengan Menteri Kesehatan (Nilla Moeloek) karena untuk bentuk iklan-iklan seperti apa. Karena yang 114 itu belum tentu ditayangkan oleh produsen rokok, karena ada juga url postingan individu di media sosial. Jadi kita juga tidak serta merta menyalahkan produsennya,” ujarnya dalam acara halalbihalal dan HUT YLKI di Hotel Lumire, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

 Baca Juga: YLKI: Awasi Konsumsi Gas Elpiji Subsidi 3 Kg

Rudiantara pun menjelaskan alasan melakukan pemblokiran terhadap iklan rokok di situs online. Awal mulannya dirinya menerima surat dari Menteri Kesehatan mengenai iklan rokok yang muncul di situs-situs online.

Setelah itu dirinya langsung melakukan screening terhadap situs-situs yang ada iklan rokoknya. Ahasil ditemukan ada 114 URL yang melanggar Undang- undang yang berisi iklan rokok.

“Kami saya dapat surat Menteri Kesehatan dari Wartawan, langsung saya minta crawling profling. Sorenya ada surat dari Menteri Kesehatan, hasilnya sudah ada jadi yang melanggar Undang-Undang Kesehatan yang memperagakan, menampilkan wujud rokok. Itu ada 114 URL,” katanya.

 Baca Juga: Sudah Terlalu Banyak, Menkes Nila Minta Menkominfo Blokir Iklan Rokok di Internet

Karena diangap melanggar Undang-Undang, saat itu juga dirinya meminta agar 114 URL tersebut diblokir. Hingga saat ini dirinya masih mencari-cari ada berapa lagi jumlah situs yang menampilkan iklan rokok.

“Sore itu kami proses langsung. Itu kan berdasarkan permintaan bu Nila. Sekarang yang jelas-jelas nyata itu ditulis memperagakan wujud rokok, itu saja dulu. Baru itu, karena itu tu tidak multi interpretasi‎,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini