nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Berantakan, Bos BKPM Pastikan OSS Rampung 6 Bulan Lagi

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 18 Juni 2019 14:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 18 320 2067823 sempat-berantakan-bos-bkpm-pastikan-oss-rampung-6-bulan-lagi-AdB1w6HAqJ.jpg Kepala BKPM Thomas Lembong (Foto: Taufik/Okezone)

JAKARTA - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan bahwa sistem layanan izn berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) enam bulan ke depan akan selesai di Indonesia.

"Estimasi saya dalam 6 bulan ke depan OSS akan cukup beres. Jadi memang saya akui di awal-awal OSS sangat berantakan tapi tentunya perubahan drastis dan skala nasional seperti itu akan butuh waktu. Tapi alhamdulillah dengan tambahan anggaran dari Kemenkeu, meski perlu tambahan lagi sebetulnya," ujar dia di Gedung BKPM Jakarta, Selasa (18/6/2019).

 Baca Juga: Mulai 2 Januari 2019, BKPM Ambil Alih Sistem OSS

Kemudian, lanjut dia banyak perhatian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang turun langsung sendiri ke lapangan. Bahkan turun langsung daerah untuk bisa mesempurnakan program OSS ini.

"Saya berani prediksi dalam 6 bulan ke depan OSS stabil. Dan tidak lagi menjadi alasan orang akan menyalahkan OSS sebagai penghambat investasi. Jadi dalam 6 bulan ini akan tuntas," ungkap dia.

 Baca Juga: Kepala BKPM Sebut Sistem OSS Agak Memaksa? Ini Penjelasannya

Sebelumnya, aplikasi Online Single Submission (OSS) terbukti mempermudah investor pariwisata untuk menanamkan modal di Indonesia.

Asisten Deputi Investasi Kementerian Pariwisata Hengki Manurung mengatakan, aplikasi OSS menjadi jawaban serta pembuktian kepada pelaku usaha agar tidak lagi mendapatkan kesulitan dalam mengurus izin usaha. Hal itu disampaikan saat sosialisasi aplikasi OSS untuk perizinan usaha sektor pariwisata di Batam, Kamis 2 Mei 2019. Sebagai salah satu pintu gerbang pariwisata Indonesia, Batam diharapkan bisa menarik kedatangan 2,5 juta wisatawan.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini