JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kenaikan jumlah penumpang saat mudik Lebaran tahun ini sebesar 9,2%. Ada sekitar 6,81 juta penumpang yang telah dilayani oleh KAI.
Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengatakan, kenaikan penumpang kereta api pada Lebaran tahun ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya mahalnya harga tiket pesawat.
“Tentunya ada, hanya saja keterbatasan KAI adalah one man one seat, jadi tidak bisa dipaksakan mereka naik KAI semua dan berdiri. Kalau dampaknya (kenaikan tiket) ada," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (19/6/2019).
Meskipun begitu, belum bisa menyebutkan seberapa besar dampaknya kenaikan tiket pesawat ini terhadap peningkatan jumlah penumpang kereta. Namun yang pasti, kenaikan tersebut telah membuat masyarakat yang biasanya menggunakan pesawat untuk mudik mengalihkan pilihannya ke kereta.
“Kami enggak menghitung tapi saya menduga ada limpahan dari pesawat terbang,” ucapnya.
Baca Juga: Mudik dengan Kereta Sudah Tak Ada Lagi Calo Tiket
Selain karena tiket pesawat, faktor lainnya adalah adanya tambahan operasional pada kereta api baru di jalur-jalur yang tidak dignakan angkutan Lebaran. Salah satu contohnya Kereta Api Prabujaya, kemudian Kereta Api Joglomarkerto. Lalu ada juga KA Galunggung, Dolok, Maritmbang, Pangrango dan Ciremai 2.
Selain itu, KAI juga menambah perjalanan kereta regular dan tambahan sebanyak 416 kereta yang terdiri dari 356 kereta reguler dan 60 kereta tambahan. Penamabahan perjalanan kereta ini lebih tinggi 5,8% dari tahun lalu.
Ditambah lagi, KAI juga mengoperasikan kereta jenis sleeper generasi baru, Luxury 2, sejak 26 Mei lalu. Kereta ini adalah generasi penerus kereta Luxury 1 yang telah beroperasi pada 2018.
Jika Luxury 1 dirangkaikan di KA Argo Bromo Anggrek (Gambir – Surabaya Pasar Turi pp), maka Luxury 2 dirangkaikan pada rangkaian KA Argo Lawu (Gambir - Solo Balapan pp), KA Argo Dwipangga (Gambir-Solo Balapan pp), KA Taksaka (Gambir-Yogyakarta pp), dan KA Gajayana (Gambir-Malang pp).
Adapun tingkat okupansi kedua kereta Luxury ini di masa Angleb 2019 pun tinggi. Tercatat tingkat okupansi kereta Luxury 1 sebesar 106,4% dengan volume 1.686 penumpang dan kereta Luxury 2 sebesar 81,9% dengan volume 4.690 penumpang.
Baca Juga: Beli Tiket Kereta Online, Menhub: Tak Ada Calo Lagi
“Penambahan fasilitas lainnya yakni penyediaan area bermain anak hampir di semua stasiun besar. Selain itu, KAI juga menyediakan fasilitas coworking space di sembilan stasiun yaitu Stasiun Gambir Jakarta, Juanda Jakarta, BNI City Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya,” jelas Edi
Lonjakan penumpang kereta api tahun ini juga disumbang oleh meningkatnya program mudik gratis yang diselenggarakan oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta. Tercatat, penumpang mudik gratis meningkat 23,5% dari 160.860 orang pada 2018 menjadi 198.968 di 2019.
Apalagi, pada masa angkutan Lebaran 2019 KAI kembali bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan menyelenggarakan angkutan motor gratis. Tahun ini, sebanyak 19.141 unit motor telah diangkut menggunakan KA, meningkat 11,6% dari tahun lalu sebanyak 17.147 unit motor.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.