JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah, anggapan yang menilai kas negara dalam keadaan kosong. Meskipun kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus mengalami defisit setiap bulannya.
Menurutnya, APBN yang selalu dalam kondisi defisit bukan mengartikan kas keuangan negara kosong. Sebab, APBN merupakan instrumen negara untuk mengelola ekonomi Indonesia, bukan sebagai tujuan ataupun buku kas keuangan negara yang baku.
Baca Juga: Penyaluran Bansos Rp23,6 Triliun hingga Februari, Melonjak 70%
"Itu yang dinamakan fungsi APBN sebagai countercyclical. Jadi ini bukan kita kelola buku yang sudah fix, tapi kita kelola dinamikanya dalam lingkungan yang berubah-ubah," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/6/2019).
Bendahara Negara tersebut menegaskan, kas negara saat ini sama sekali tak kosong, bahkan di atas kisaran Rp90-100 triliun. Jumlah itu cukup untuk membayar gaji seluruh aparatur sipil negara tiga bulan ke depan.