Share

Sri Mulyani: Kas Negara Tidak Kosong!

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 21 20 2069320 sri-mulyani-kas-negara-tidak-kosong-TjfqsFq9vN.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati membantah, anggapan yang menilai kas negara dalam keadaan kosong. Meskipun kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus mengalami defisit setiap bulannya.

Menurutnya, APBN yang selalu dalam kondisi defisit bukan mengartikan kas keuangan negara kosong. Sebab, APBN merupakan instrumen negara untuk mengelola ekonomi Indonesia, bukan sebagai tujuan ataupun buku kas keuangan negara yang baku.

Baca Juga: Penyaluran Bansos Rp23,6 Triliun hingga Februari, Melonjak 70%

"Itu yang dinamakan fungsi APBN sebagai countercyclical. Jadi ini bukan kita kelola buku yang sudah fix, tapi kita kelola dinamikanya dalam lingkungan yang berubah-ubah," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Bendahara Negara tersebut menegaskan, kas negara saat ini sama sekali tak kosong, bahkan di atas kisaran Rp90-100 triliun. Jumlah itu cukup untuk membayar gaji seluruh aparatur sipil negara tiga bulan ke depan.

"Tidak kosong, masih di atas Rp90 triliun, Rp100 triliun deh. Itu pertanyaan yang sensitif dan propokatif (kas negara kosong), itu cukup untuk bayar tiga bulan gaji," tegasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Kenaikan Gaji PNS

Seperti diketahui, sejak awal tahun hingga Mei 2019, APBN terus tercatat defisit. Pada Mei 2019 defisit APBN sebesar Rp127,5 triliun atau 0,79% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi ini mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya yang defisit Rp101 triliun atau setara 0,63% dari PDB.

Hingga akhir Mei 2019, belanja pemerintah memang mencapai Rp855,9 triliun, setara 34,8% dari pagu dalam APBN 2019 yang sebesar Rp2.461,1 triliun. Belanja ini tumbuh 9,8% dari periode yang sama tahun lalu.

Sementara pendapatan negara sebesar Rp728,5 triliun atau 33,6% dari target APBN 2019 sebesar Rp2.165,1 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 6,2% dibandingkan Mei 2018. Pemerintah sendiri menargetkan defisit APBN sepanjang tahun 2019 sebesar Rp296 triliun. Angka ini setara 1,84% dari PDB.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini