Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perang Tarif Grab Vs Go-Jek, Siapa yang Menang?

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 22 Juni 2019 |07:10 WIB
Perang Tarif Grab Vs Go-Jek, Siapa yang Menang?
Ojek Online (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Perang tarif transportasi online antara Grab dan Go-Jek diprediksi berdampak buruk pada usahanya. Di antara kedua penyedia layanan transportasi online, perang tarif akan mematikan salah satu pihaknya.

Beberapa contoh negara di Asia Tenggara sudah merasakan dampak perang tarif seperti di Singapura. Pada saat itu, Singapura memiliki dua perusahaan operator yakni Grab dan Uber.

Ada beberapa indikasi dan modus praktek predatory pricing yang dilakukan perusahaan transportasi online, antara lain diskon hingga mencapai harga yang tidak wajar, promosi dilakukan dalam jangka waktu lama yang melebihi kelaziman dan terindikasi mematikan pelaku usaha lainnya.

Hal ini mesti ditindaklanjuti karena yang diperlukan dari konsumen adalah keberlanjutan. Artinya tidak mengapa harga yang dipatok tidak diberikan diskon asalkan terus berlanjut kedepannya dan bukan hanya musiman.

Baca Selengkapnya: Perang Diskon, Go-Jek atau Grab yang Lebih Dulu Bangkrut?

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement