nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Cerita soal Utang Pemerintah Rp4.571 Triliun

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 10:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 22 20 2069540 sri-mulyani-cerita-soal-utang-pemerintah-rp4-571-triliun-kpzNj0wU5S.jpg Foto: Sri Mulyani (Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Utang pemerintah mencapai Rp4.571 triliun hingga akhir Mei 2019. Posisi utang saat ini mengalami peningkatan dari April 2019 yang sebesar Rp4.528 triliun. Begitu juga dibandingkan dengan Mei 2018 mengalami peningkatan dari posisi Rp4.169 triliun.

Namun, realisasi itu setara 29,72% dari Produk Domestik Bruto (PDB), masih di bawah batas 60% dari PDB.

"Posisi utang Mei 2019 masih di bawah 30% dari PDB, posisi ini masih terjaga aman," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat 21 Juni 2019.

 Baca Juga: Utang Pemerintah Naik Jadi Rp4.571 Triliun di Mei 2019

Posisi utang pemerintah pusat itu terdiri dari pinjaman maupun penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Adapun utang pemerintah berasal dari pinjaman mencapai Rp782,54 triliun.

"Terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp6,90 triliun dan dari pinjaman luar negeri sebesar Rp775,64," katanya.

Sedangkan dari penerbitan SBN tercatat sebesar Rp3.776,1 triliun. Terdiri dari penerbitan SBN denominasi Rupiah mencapai Rp2.741 triliun, berasal dari Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp2.290 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp450 triliun.

Sementara SBN dari denominasi valas tercatat sebesar Rp1.048,2 triliun, berasal dari SUN sebesar Rp829,6 triliun dan SBSN sebesar Rp218,6 triliun.

 Baca Juga: Utang Luar Negeri Tembus Rp5.503 Triliun di Kuartal I-2019

Bendahara Negara tersebut menyebutkan, hingga akhir Mei 2019 pemerintah telah melakukan pembiayaan utang sebesar Rp159,6 triliun. Angka tersebut mencapai sekitar 44,43% dari target tahun ini sebesar Rp359,2 triliun.

"Pembiayaan utang ini mengalami kontraksi 10,6% dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp178,5 triliun. Artinya peranan pembiayaan utang sudah mengalami penurunan, ini adalah hal positif," ungkapnya.

Sebelumnya, hingga akhir Mei 2019, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih relatif baik. Angka PMI (Purchasing Managers Index) masih di atas 50 dan penerimaan negara tumbuh sebesar 6,2% atau sebesar Rp728,5 triliun.

“Kalau dilihat dari aktivitas ekonomi, ada beberapa indikator yang menunjukkan ekonomi berjalan cukup baik. Ini terlihat dari PMI (Purchasing Managers Index/Indeks Manajer Pembelian) Indonesia 51,6. Angka di atas 50 itu berarti masih ekspansi. Jadi ada kenaikan yang cukup signifikan dari sisi produksi, terutama manufaktur,” kata Menkeu.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini