nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Utang Pemerintah Naik Jadi Rp4.571 Triliun di Mei 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 21 Juni 2019 17:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 21 20 2069287 utang-pemerintah-naik-jadi-rp4-571-triliun-di-mei-2019-FzWw7f8JiJ.jpg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan posisi utang pemerintah hingga akhir Mei 2019 mencapai Rp4.571 triliun. Realisasi itu setara 29,72% dari Produk Domestik Bruto (PDB), masih di bawah batas 60% dari PDB.

Posisi utang saat ini mengalami peningkatan dari April 2019 yang sebesar Rp4.528 triliun. Begitu juga dibandingkan dengan Mei 2018 mengalami peningkatan dari posisi Rp4.169 triliun.

"Posisi utang Mei 2019 masih di bawah 30% dari PDB, posisi ini masih terjaga aman," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Baca Juga: Utang Luar Negeri Tembus Rp5.503 Triliun di Kuartal I-2019

Posisi utang pemerintah pusat itu terdiri dari pinjaman maupun penerbitan Surat Berharga Negara (SBN). Adapun utang pemerintah berasal dari pinjaman mencapai Rp782,54 triliun.

"Terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp6,90 triliun dan dari pinjaman luar negeri sebesar Rp775,64," katanya.

Sedangkan dari penerbitan SBN tercatat sebesar Rp3.776,1 triliun. Terdiri dari penerbitan SBN denominasi Rupiah mencapai Rp2.741 triliun, berasal dari Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp2.290 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp450 triliun.

Baca Juga: Kenaikan Utang Luar Negeri Diprediksi Berlanjut

Sementara SBN dari denominasi valas tercatat sebesar Rp1.048,2 triliun, berasal dari SUN sebesar Rp829,6 triliun dan SBSN sebesar Rp218,6 triliun.

Bendahara Negara tersebut menyebutkan, hingga akhir Mei 2019 pemerintah telah melakukan pembiayaan utang sebesar Rp159,6 triliun. Angka tersebut mencapai sekitar 44,43% dari target tahun ini sebesar Rp359,2 triliun.

"Pembiayaan utang ini mengalami kontraksi 10,6% dari posisi tahun lalu yang sebesar Rp178,5 triliun. Artinya peranan pembiayaan utang sudah mengalami penurunan, ini adalah hal positif," ungkapnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini