Jastip, Bisnis Bermodalkan Smartphone yang Lagi Booming

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 27 Juni 2019 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 26 320 2071258 jastip-bisnis-bermodalkan-smartphone-yang-lagi-booming-le4KTe4T89.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Jastip atau Jasa Titipan belakangan ini semakin marak. Jastip biasanya beroperasi di Whatsapp Grup maupun sosial media, yang bisa diakses melalui smartphone

Para Jastip biasanya menjajakan barang di story Instagram ataupun mengedarkan foto berbagai angle di Whatsapp Grup. Barang yang dijajakan beragam, mulai dari makanan, produk fesyen, bahkan furniture pun ada. Barang-barang yang dijajakan para jastip didapat dari orang yang sedang berpergian ke luar kota ataupun luar negeri. Lantas bagaimana sih bisnis jastip itu sebenarnya?

Jastip kini mejadi peluang usaha yang menjanjikan uang tambahan. Sebab, dengan membelikan barang pesanan yang diminta para jastip akan menambahkan biaya titip. Biaya itu di luar ongkos kirim. Bisnis ini cukup booming seiring perkembangan digital utamannya di kalangan milenial. 

Maka tidak heran jika semula jastip hanya menjajakan barang dari luar negeri, namun kini mulai merambah ke barang-barang di dalam negeri. Bahkan, menurut CEO HelloBly Nita Widodo barang-barang promo branded juga mulai dimasukan dalam jastip.

"Jastip semakin berkembang tidak hanya untuk barang titipan dari luar negeri, namun juga berbagai promo menarik dari brand di mal maupun event-event," ujar Nita saat dihubungi Okezone, Rabu (26/6/2019).

Untuk barang-barang yang biasa dibeli oleh konsumen jastip dari luar kota biasannya oleh-oleh khas dari kota tersebut. Sebagai contoh adalah untuk jastip destinasi Bali. Biasannya orang-orang akan titip buah tangan khas Pulau Dewata, yakni pie susu.

"Tidak tertutup juga untuk barang titipan yang merupakan oleh-oleh barang dari berbagai kota Indonesia," jelas Nita.

Lalu bagaimana dengan jastip barang-barang dari luar negeri?

Sementara itu untuk luar negeri, biasannya barang yang paling banyak diburu oleh konsumen jastip ini adalah kosmetik seperti makeup ataupun skin care. Biasannya barang kosmetik ini akan banyak dibeli jika negara orang yang membuka jasa penitipan ini berkunjung ke Jepang, Korea Selatan ataupun Thailand.

"Jasa titip pada umumnya Open PO yang paling banyak adalah dari negara Asia seperti Jepang dan Thailand," jelasnya.

Para 'Jastiper' biasanya akan memposting dengan harga yang sudah ditambahkan jasa menitip. Sementara itu untuk konsumen, jika memang tertarik untuk membeli barang yang diposting tinggal membalas lewat pesan pribadi.

Nantinya, sang penawar jastip ini akan memberitahu mengenai rules yang harus diikuti. Biasannya, orang yang menawarkan jasa titip ini akan menanyakan berapa banyak yang akan dibeli, ukuran atau warna apa untuk barang seperti sepatu, sendal, baju ataupun celana

"Saya umumnya hanya membelikan saat penitip sudah transfer, jadi tidak menyiapkan modal tertentu. Terkecuali untuk penitip langganan, saya tidak keberatan untuk membayarkan terlebih dahulu," kata Nita.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini