nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lelang SUN, Kemenkeu Serap Rp22,15 Triliun

Antara, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 19:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 02 20 2073776 lelang-sun-kemenkeu-serap-rp22-15-triliun-yFdfoNxsdM.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menyerap dana Rp22,15 triliun dari lelang tujuh seri surat utang negara (SUN) untuk memenuhi sebagian pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dengan total penawaran masuk Rp62,08 triliun.

Melansir laman Antarnews, Jakarta, Selasa (2/7/2019), Keterangan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan lelang tersebut telah melebihi target indikatif yang ditetapkan Rp15 triliun.

 Baca juga: Pemerintah Kantongi Rp24 Triliun dari Lelang SUN

Untuk seri SPN03191003, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,74355 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 3 Oktober 2019 ini mencapai Rp4,87 triliun.

 Rupiah

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,7 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,88 persen.

Untuk seri SPN12200703, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,868 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 3 Juli 2020 ini mencapai Rp5,65 triliun.

 Baca juga: Pemerintah Kantongi Rp23,4 Triliun dari Lelang Surat Utang

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon diskonto ini mencapai 5,85 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,02 persen.

Untuk seri FR0077, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp2,05 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,81997 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2024 ini mencapai Rp8,28 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,125 persen ini mencapai 6,8 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,25 persen.

 Baca juga: Cetak Rekor, Pemerintah Raup Rp22 Triliun dari Lelang SUN

Untuk seri FR0078, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp5,4 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,35365 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2029 ini mencapai Rp17,03 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,25 persen ini mencapai 7,34 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,6 persen.

Untuk seri FR0080, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp5,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,65991 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Juni 2035 ini mencapai Rp16,92 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,5 persen ini mencapai 7,6 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 7,87 persen.

 Baca juga: Pemerintah Lelang Surat Utang, Targetnya Rp30 Triliun

Untuk seri FR0079, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp3,35 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,90328 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 April 2039 ini mencapai Rp4,82 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 8,375 persen ini mencapai 7,87 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,05 persen.

 Baca juga: Mana Lebih Menguntungkan, Investasi Surat Utang Negara atau Reksa Dana?

Untuk seri FR0076, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp1,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,26102 persen. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada 15 Mei 2048 ini mencapai Rp4,49 triliun.

Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 7,375 persen ini mencapai 8,22 persen dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 8,65 persen.

 Baca juga: Pemerintah Jual Surat Utang Online dengan Bunga 8,15%, Bisa Dibeli Mulai Rp1 Juta

Sebelumnya, pada lelang tujuh seri SUN pada Selasa (18/6/2019), pemerintah menyerap dana sebesar Rp24 triliun dari penawaran masuk mencapai Rp54,79 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini