nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai Soal Krakatau Steel PHK Massal, Sebenarnya Ada Apa Sih?

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 02 Juli 2019 15:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 02 320 2073651 ramai-soal-krakatau-steel-phk-massal-sebenarnya-ada-apa-sih-3g5mNpPVYb.jpg PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk tengah melakukan restrukturisasi agar kinerja perusahaan kembali sehat dan berdaya saing. Restrukturisasi itu meliputi utang, bisnis, dan organisasi. 

Menurut Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim, hal itu dilakukan agar perseroan bisa lebih efisien dan kompetitif di tengah persaingan industri baja global yang sangat kompetitif.

Beberapa langkah restrukturisasi pun diambil oleh perusahaan plat merah itu, namun Silmy menepis adanya PHK massal. 

Langkah-langkah yang dilakukan manajemen perusahaan yakni penjualan aset-aset non core, perampingan organisasi, mencari mitra bisnis strategis, spin-off, serta pelepasan unit kerja yang semula bersifat cost center yang hanya melayani induk perusahaan (KS), menjadi bagian dari pengembangan bisnis anak perusahaan sehingga bersifat profit center. Program ini disebut juga cost to profit center. 

Baca Juga: Tak Ingin Bangkrut, Krakatau Steel Lakukan Restrukturisasi

Dirinya menyadari, terkait program restrukturisasi dan transformasi perusahaan ini tidak akan bisa menyenangkan semua pihak. Akan tetapi, manajemen menjamin program ini dilakukan sesuai dengan aturan perundangan. 

“Jadi tidak benar ada PHK massal kepada karyawan Krakatau Steel. Restrukturisasi organisasi tidak selalu identik dengan Pemutusan Hubungan Kerja, ada banyak cara dalam perampingan struktur organisasi,” kata dia, dalam keterangan resmi, Selasa (2/7/2019).

Menurut Silmy, manajemen terus mengupayakan komunikasi yang harmonis dengan stakeholder terkait, khususnya serikat dan karyawan, pemerintah baik pusat maupun daerah, Kementerian BUMN, dan pihak-pihak lain yang terkait dalam menjalankan program restrukturisasi ini.

Rencana PHK itu diketahui dari Surat Edaran (SE) No 73/Dir.SDM-KS/2019 perihal Restrukturisasi Organisasi Krkatau Steel. Pada surat per tanggal 29 Maret 2019 itu ditujukan untuk para General Manager (GM) dan manager di lingkungan Krakatau Steel.

Baca Juga: Pendapatan Anjlok 13,82%, Begini Upaya Krakatau Steel untuk Bangkit

Dalam SE tersebut, tercantum sejumlah poin penting. Di antaranya, merestrukturisasi 30% dari total 4.453 karyawan organik Krakatau Steel induk. Total karyawan yang masih bekerja sebanyak 6.264 karyawan.

Ini sesuai Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2018-2022 Krakatau Steel, dimana target produktifitas karyawan Key Performance Indikator (KPI) sebesar USD667 ribu per karyawan, setara dengan 4.352 orang.

Maka dengan itu, ada sekitar 1.300 karyawan organik akan mendapatkan restrukturisasi. Restrukturisasi pun akan menjadi tanggung jawab GM masing-masing unit kerja, bekerja sama dengan GM Human Capital Manajement. 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini