Teka-teki Penurunan Suku Bunga The Fed Bikin Wall Street Lesu

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 05 Juli 2019 21:47 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 05 278 2075257 teka-teki-penurunan-suku-bunga-the-fed-bikin-wall-street-lesu-aCaKNP1tgZ.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street dibuka turun pada perdagangan Jumat (2/7/2019) waktu setempat. Di dorong data tingginya pertumbuhan lapangan pekerjaan AS pada Juni 2019, yang sekaligus menghancurkan harapan penurunan suku bunga acuan The Fed pada bulan ini.

Pada pembukaan perdagangan, Dow Jones Industrial Average turun 98,25 poin atau 0,36% menjadi 26.867,75. Lalu S&P 500 turun 11,57 poin atau 0,39% ke 2.984,25. Kemudian, Nasdaq Composite tergelincir 46,95 poin atau 0,57% menjadi 8.123,28.

Melansir Reuters, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan lapangan kerja di sektor non pertanian atau nonfarm payrolls meningkat 224.000 pekerjaan pada bulan Juni 2019, menjadi angka tertinggi sejak 5 bulan terakhir. Padahal para ekonom memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja hanya naik 160.000 pada Juni ini.

Laporan ini mengurangi pertaruhan investor untuk The Fed memangkas suku bunga sebanyak 50 basis poin (bps) pada pertemuan FOMC 30-31 Juli 2019 mendatang.

Kendati demikian, pertumbuhan upah meningkat moderat, hal ini menunjukkan bahwa ekonomi AS memang melambat tajam. Sehingga diharapkan masih ada peluang untuk The Fed memutuskan memangkas suku bunga sebesar 25 bps.

"Ini masih lebih mungkin daripada tidak, bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya, tetapi peluangnya agak menurun," kata Scott Brown, Kepala ekonom di Raymond James, Florida.

Meski demikian, potensi akan bertahannya suku bunga tinggi itu memberikan dampak yang baik pada saham perbankan, yakni mengalami kenaikan 0,76%. Hal ini membantu mendorong kenaikan sektor keuangan S&P sebesar 0,25%.

Sementara itu, saham yang mendapatkan dampak buruk yakni perusahaan teknologi. Diantaranya saham Qualcomm Inc turun 1,5%, begitupula dengan Intel Corp dan Advanced Micro Devices Inc yang mengalami penurunan.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini