Data Pekerjaan AS Positif, Wall Street Justru Tertekan

Sabtu 06 Juli 2019 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 06 278 2075352 data-pekerjaan-as-positif-wall-street-justru-tertekan-XvbGCB8RJF.png Foto: Reuters

NEW YORK - Saham-saham di Wall Street merosot pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah laporan terbaru tentang lapangan pekerjaan Amerika Serikat yang kuat meredupkan harapan bahwa kebijakan moneter Federal Reserve atau bank sentral AS akan lebih longgar.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 43,88 poin atau 0,16% menjadi berakhir di 26.922,12. Indeks S&P 500 berkurang 5,41 poin atau 0,18% menjadi ditutup di 2.990,41 dan indeks Komposit Nasdaq berakhir 8,44 poin atau 0,10% lebih rendah, menjadi 8.161,79. Demikian seperti dikutip Antaranews, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

 Baca Juga: Teka-teki Penurunan Suku Bunga The Fed Bikin Wall Street Lesu

Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor perawatan kesehatan dan real estat masing-masing turun 0,73% dan 0,57%, memimpin kerugian. Sedangkan, sektor keuangan ditutup naik 0,38%, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat menambahkan 224.000 pekerjaan pada Juni, dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,7%.

 Baca Juga: Wall Street Menguat Ditopang Harapan Penurunan Suku Bunga The Fed

Peningkatan lapangan pekerjaan terutama terjadi di jasa-jasa profesional dan bisnis, perawatan kesehatan, transportasi dan pergudangan, kata biro tersebut.

Jumlah total pekerjaan non pertanian pada Juni jauh lebih tinggi dari angka revisi pada Mei sebesar 72.000, dan lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 165.000 yang disurvei oleh The Wall Street Journal.

Data datang ketika para investor memberi harapan tinggi pada pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS untuk mendorong pertumbuhan.

Laporan ketenagakerjaan yang lebih baik dari yang diperkirakan dapat mengaburkan harapan, catat para ahli.

Kepala ekonom di FTN Financial Chris Low mengatakan, pertumbuhan lapangan pekerjaan yang kuat pada Juni mengurangi peluang penurunan suku bunga.

"Karena Fed mendefinisikan perlunya penurunan suku bunga dalam hal melambatnya pertumbuhan daripada inflasi yang rendah, pemotongan pada akhir bulan ini tampaknya tidak mungkin kecuali ada pelemahan signifikan dalam indikator konsumen," tambahnya.

Selama pertemuan kebijakan moneter Juni, The Fed membiarkan suku bunga tidak berubah dan menyatakan bahwa pihaknya "akan memantau dengan seksama implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini