Sopir Mogok, Hanya 14 Damri Beroperasi di Bandara Soetta

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 12:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 06 320 2075418 sopir-mogok-hanya-14-damri-beroperasi-di-bandara-soetta-RAh2eKUAI9.jpg Foto: Damri (Antara)

YOGYAKARTA - Layanan bus Damri untuk trayek Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) mengalami gangguan pada hari ini. Hal tersebut imbas dari mogok kerja yang dilakukan oleh pra pengemudi Damri dengan trayek Bandara Soekarno-Hatta.

Direktur Angkutan Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Ahmad Yani mengatakan, sejak pagi tadi hanya 14 bus saja yang beroperasi. Hal ini mengakibatkan banyak penumpang yang tidak terangkut.

"Pagi ini ada gangguan, Damri cuma ada 14 yang di Soetta. Banyak yang tidak berangkat karena aksi mogok," ujarnya saat ditemui di Yogyakarta, Sabtu (6/7/2019).

 Baca Juga: Alasan Sopir Damri Trayek Bandara Soetta Mogok Kerja

Ke depan lanjut Yani, Kementerian Perhubungan akan berbicara langsung dengan manajemen Perum Damri. Pihaknya ingin agar masalah ini segera diselesaikan.

"Pak Dirjen (Budi Setiyadi) akan bicara langsung dengan bu Dirut (Setia N Milatia Moemin). Mudah-mudahan cepat diselesaikan. Karena kasihan penumpang tadi banyak yang komplain," katanya.

Saat ditanyai mengenai komunkasi yang dilakukan oleh Kementerian BUMN, dirinya menyebut belum ada komunikasi yang terjalin. Yang menjadi fokusnya adalah bagaimana menyelesaikan masalah ini sehingga transportasi menuju dan dari Bandara Soekarno Hatta tidak mati.

“Saya belum ngobrol saya kan kapasitasnya sampaikan untuk Pak Dirjen Hubdar (Budi Setyadi) ini saya pulang mau langsung ketemu untuk tangani,” kata Yani.

 Baca Juga: Sopir Damri Mogok Kerja, Kemenhub Turun Tangan

Yani menambahkan, pihaknya akan menyiapkan alternatif kendaraan lagi jika memang aksi ini berlangsung cukup lama. Pemerintah menyiapkan bus PPD sebagai penganti angkutan Damri yang menuju Bandara Soekarno Hatta.

“Kalau tidak nanti kita layani misalnya bus PPD, pesaing masuk. Memang harus gitu jangan cuma satu operator layani satu titik. Kalau monopoli ada mogok gini kita pusing,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini