nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Sopir Damri Trayek Bandara Soetta Mogok Kerja

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 10:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 06 320 2075373 alasan-sopir-damri-trayek-bandara-soetta-mogok-kerja-ijuZZbD1vV.JPG Foto: Damri (Ist)

JAKARTA - Sopir bus Damri dengan trayek Bandara Soekarno-Hatta melakukan mogok kerja hari ini. Demo sopir bus Damri Basoetta sebenarnya sudah berlangsung sejak kemarin, Jumat 6 Juli 2019.

"Adapun tuntutannya adalah agar helper-helper lama direkrut oleh Damri dan diposisikan di dalam bus kembali," kata Direktur Utama Perum Damri Setia N Milatia Moemin dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

Mogok kerjanya para pengemudi Damri ini membuat layanan Damri dengan rute Bandara Soekarno-Hatta mengalami gangguan.

 Baca Juga: Sopir Damri Bandara Soetta Mogok Kerja, Ini Penjelasan Manajemen

Sebagai informasi, Damri menetapkan kebijakan terkait helper yakni yang pertama adalah Damri sedang terus mengembangkan dan melaksanakan penggunaan electronic ticketing system.

Dengan system e-ticket, layanan helper di dalam bus (on board) sudah tidak diperlukan. Namun perlu digarisbawahi bahwa layanan helper tidak pernah dihilangkan. Layanan helper dipindahkan dari dalam bus (on board) ke luar bus (off board).

Sesuai dengan fungsinya, helper-helper Damri disiagakan untuk membantu pelanggan Damri di titik-titik pemberangkatan dan titik-titik kedatangan. Dengan demikian tidak ada pengurangan layanan Damri dengan adanya perpindahan posisi helper.

 Baca Juga: Bisnisnya Terancam, Perum Damri Siapkan Strategi Khusus Lawan Kereta Bandara

Di lain pihak, Damri melakukan pembenahan status helper dari kondisi tanpa ikatan kerja menjadi pegawai dengan status sesuai aturan pemerintah, karena selama ini mereka direkrut oleh pengemudi.

Setelah dilakukan tes terhadap sekitar 300 orang helper, hanya 90 orang yang lulus. Yang lulus tes seharusnya bisa langsung bekerja, namun mereka mengundurkan diri, terprovokasi oleh rekan-rekannya yang tidak lulus dan melakukan protes.

Agar layanan helper off board segera tersedia, Damri kemudian bekerjasama dengan perusahaan outsourcing untuk segera menyediakan helper sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dengan demikian helper lama dapat bekerja kembali melalui perusahaan outsourcing apabila lolos persyaratan.

Sistem e-ticket Damri merupakan kebijakan penting Damri untuk mengendalikan pendapatan. Dan ternyata tanpa helper on board, pendapatan Basoetta meningkat per-hari nya bahkan hingga mencapai 40%. Titik temu antara manajemen DAMRI dengan pengemudi yang demo kemarin sebenarnya sudah dicapai, yaitu jumlah helper off boardakan ditambah, dan untuk rute-rute sibuk akan diberikan helper on board.

Namun pengemudi yang sudah bersikap anarkis, berbalik meminta Damri mengeluarkan surat kesepakatan damai dan menjamin bahwa para pengemudi yang anarkis tersebut tidak dirotasi atau tidak dipecat. Hal ini tentu saja tidak dapat diterima oleh manajemen Damri. Perbuatan anarkis merupakan perbuatan yang harus diproses sesuai dengan aturan hukum.

“Manajemen Damri berjanji untuk segera mengatasi permasalahan ini, dan kembali melayani pelanggan,” katanya.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini