Dulu Berjaya, Kini Mal Ambassador Sepi dan 'Disewakan'

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 06 Juli 2019 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 06 320 2075453 dulu-berjaya-kini-mal-ambassador-sepi-dan-disewakan-D4zlsocT1d.jpg Foto: Mal Ambassador Sepi (Taufik/Okezone)

JAKARTA - Beberapa toko di Mal Ambassador, Jakarta Selatan tutup. Di mana pusat perbelanjaan tersebut kebanyakan berisi pedagang elektronik, seperti handphone, laptop, kamera, serta aksesoris lain.

Padahal, Mal Ambassador dulu pernah berjaya. Masyarakat yang ingin membeli handphone selalu mampir ke sini. Bahkan, membludaknya pengunjung membuat kemacetan parah di depan jalan Prof. DR. Satrio, Kuningan.

 Baca  Juga: Curhat Pedagang WTC Mangga Dua: Omzet Rp5 Juta Untung-untungan

Okeozone pun menyambangi Mal Ambassador yang kebanyakan berisi pedagang elektronik, ada beberapa toko yang tutup di lantai 3. Terlihat pada gerai toko itu terpampang selembaran info bahwa toko tersebut hendak dijual ataupun disewakan. Meskipun pembeli terlihat cukup ramai di lantai dasar.

 Toko Disewakan

Salah satu pedagang, Santi mengatakan bahwa tutupnya beberapa toko ini, karena jarangnya pembeli. Oleh karenanya pedagang harus rela meninggalkan tokonya tersebut.

"Untuk sewa toko di lantai 3 ini kan, kisaran Rp150 juta setahun. Itu hanya di lantai 3 saja. Jadi mereka (pedagang) yang tutup itu, karena tak ada pembeli, sedangkan sewa tokonya lumayan mahal," ujar dia kepada Okezone di Mal Ambassador Jakarta, Sabtu (6/7/2019).

Baca Juga: Menengok WTC Mangga Dua, Pusat Perdagangan Terbesar Kini Sepi Melompong

Dia menuturkan bahwa banyak pengunjung atau pembeli yang hanya ada di lantai dasar saja. Ini salah satu yang menyebabkan pedagang lain menutup tokonya.

"Dan juga sekarang sudah ada belanja online. Maka pembeli tidak usah repot-repot untuk bertransaksi melalui tatap muka," tutur dia.

 Toko Disewakan

Sementara itu, pedagang lainnya, Hari menyatakan bahwa ada penurunan pembeli sejak dua tahun terakhir ini. Namun pada akhir pekan masih lumayan banyak pengunjung atau pembeli.

"Paling pengunjung ramai ke sini itu pada hari-hari tertentu saja. Seperti menjelang Hari Raya Idul Fitri," ungkap dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini