nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Utak-atik Jokonomics, Begini Harapan Bos BEI pada Kabinet Kerja Jilid II

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 08 Juli 2019 12:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 08 20 2075995 utak-atik-jokonomics-begini-harapan-bos-bei-pada-kabinet-kerja-jilid-ii-v2CPp4icRo.jpg Bursa Efek Indonesia. Foto: Shutterstock

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melanjutkan kepemimpinannya bersama K.H Ma'ruf Amin pada Oktober 2019. Sejumlah diskusi tentang susunan Kabinet Kerja Jilid II pun bermunculan, tentang siapa yang layak untuk duduk sebagai menteri guna membawa Indonesia lebih maju.

Tak terkecuali oleh Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi yang mengharapkan susunan kabinet baru nantinya bisa mendorong perekonomian Indonesia lebih stabil. Sehingga berdampak baik pada perdagangan pasar modal.

Baca Juga: Fakta Menarik Menteri Jokonomics Jilid II

"Pastinya harapan untuk kabinet (yang baru) paling tidak harus lebih bagus dari pada sebelumnya, sehingga perekonomian lebih stabil, dan lebih bagus untuk pertumbuhan untuk bursa," jelasnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Inarno mengatakan, secara khusus posisi untuk menteri bidang ekonomi atau Jokonomics harus memiliki kredibilitas yang tinggi. Terlebih untuk posisi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan.

Posisi tersebut harus diisi oleh pihak yang memiliki latar belakang bidang perekonomian dengan sangat baik. Sehingga bisa menciptakan kondisi perekonomian Indonesia yang kuat.

Baca Juga: Menteri Milenial Masuk Kabinet Kerja Jilid II Harus Profesional

"Tentunya yang Menko Ekonomi-nya yang kredibel, Menteri Keuangan yang bagus, terus memiliki keterkaitan dengan dengan perekonomian, sehingga (ekonomi) kuat," ujarnya.

Sebelumnya, dari sudut pandang pengusaha, posisi menteri pada Kabinet Kerja Jilid II harus diisi oleh kalangan profesional, baik itu berasal dari partai politik (parpol) maupun non parpol. Tak terkecuali dari kalangan pengusaha.

"Garis bawahnya adalah profesional, jangan hanya soal dia harus dari parpol atau tidak, tapi harus profesional. Kalau parpol bisa mengajukan profesional yang terbaik di posisinya, kenapa tidak?" ujar Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani pada Rabu, 3 Juli 2019.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini