Menurut Basuki, rendahnya serapan anggaran dan realisasi fisik tidak terlepas dari pelaksanaan Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif yang baru saja rampung beberapa waktu lalu. Ditambah lagi, beberapa waktu setelah itu ada puasa dan Lebaran
"Selain itu, bukan mau alasan, karena ada reorganisasi, ada hari raya, puasa, (sehingga) harus berhenti bekerja. Mudah-mudahan dengan evaluasi sekarang ini teman-teman tadi diagnosisnya kan 92,75%, kalau nasional kan akhir tahun 95%, saya kira Insya Allah masih oke," katanya.
Sementara itu Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S Atmawidjaja mengatakan, rendahnya penyerapan anggaran di Ditjen Cipta Karya dikarenakan beberapa alasan. Salah satu yang utama adalah lantaran pada saat ini masih dilakukan reorganisasi di daerah.
"Sekarang kan lagi dibentuk balai keciptakaryaan baru di daerah-daerah, sehingga itu menjadi salah satu alasan lambannya penyerapan anggaran," katanya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.