nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BI Pangkas Suku Bunga Jadi 5,75%, Menko Darmin Ungkap Efek Dominonya

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 19 Juli 2019 17:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 19 20 2081102 bi-pangkas-suku-bunga-jadi-5-75-menko-darmin-ungkap-efek-dominonya-oVrD4hXoux.jpg Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Okezone)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akhirnya memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75% dari 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2019.

Terkait hal itu, Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penurunan suku bunga acuan BI sebesar 25 bps itu, berdampak pada ruang perekonomian di Indonesia. Khususnya dalam hal penyaluran kredit.

"BI melakukan itu karena dia melihat ada ruang hal tersebut. Sehingga terbuka ruang untuk memperbanyak kredit di sektor keuangan," ujar dia di Gedung Kemenko Perekonomian Jakarta, Jumat (19/7/2019)

Menurutnya, kebijakan pelonggaran suku bunga acuan tersebut, juga seiring dengan kondisi ekonomi global. "Memang di dunia ini sedang melonggarkan, karena Amerika Serikat (AS) ekonomi-nya tidak berjalan sebagaimana mereka harapkan," kata dia.

Baca Juga: Suku Bunga BI Turun Akhir dari Kebijakan Ketat Bank Sentral

Darmin pun mengharapkan, kebijakan Bank Sentral tersebut bisa lebih dahulu dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian lewat peningkatan investasi dan konsumsi. "Investasinya dulu setelah itu baru konsumsi. Sehingga ya semuanya ada pengaruhnya tapi mungkin masing-masing ada gilirannya bergerak," tutur dia.

Dia menuturkan, pemerintah sudah menawarkan macam-macam untuk menggerakkan investasi. Di mana sejak tahun lalu bukan situasi kebijakan moneter yang lebih longgar.

"Tapi sekarang dia mulai ketemu masing-masing pemerintah udah kemudian sekarang BI," ungkap dia.

Baca Juga: Ini Alasan BI Berani Turunkan Suku Bunga Jadi 5,75%

Menurutnya, pemerintah sudah memberikan banyak kebijakan untuk menggerakkan investasi, di antaranya lewat beragam insentif fiskal. Maka dengan adanya kebijakan moneter yang longgar dari BI, akan semakin menstimulus investasi.

"Pemerintah sudah menawarkan macam-macam (insetif) sejak tahun lalu, cuma kan tahun lalu bukan situasi kebijakan moneter yang lebih longgar. Tapi kan sekarang sudah mulai (kebijakan moneter longgar)," kata dia.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini