nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bos Tokopedia Buka-bukaan soal Banjirnya Produk Impor di E-Commerce

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 17:33 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 22 320 2082137 bos-tokopedia-buka-bukaan-soal-banjirnya-produk-impor-di-e-commerce-XPeQV1C404.jpg Foto: Tokopedia

JAKARTA - CEO Tokopedia William Tanuwijaya menanggapi soal banyaknya produk impor yang masuk lewat perdagangan online atau e-commerce. Hal ini menyusul rencana pemerintah membuat aturan baru guna membatasi derasnya produk impor yang masuk ke dalam negeri dari e-commerce.

Menurut WIlliam, Tokopedia sebagai pelaku e-commerce tidak melakukan perdagangan cross border atau lintas negara. Artinya, semua barang yang dijual dalam marketplace tersebut sudah lebih dahulu masuk ke Indonesia dan kemudian dijual oleh pedagang domestik.

"Jadi kami kalau ada barang impor yang dijual di Tokopedia itu barang impornya sudah melalui proses Ditjen Bea Cukai," jelasnya ketika ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Senin (22/7/2019).

 Baca Juga: Tarik Pajak hingga Bea Masuk, Jadi Skema Batasi Impor Barang E-Commerce

Dia pun mengklaim, Tokopedia merupakan marketplace yang 100% domestik, sebab 6 juta pedagangnya seluruhnya berasal dari Indonesia. Berbeda dengan berbagai marketplace yang memang membuka perdagangan langsung dari luar negeri.

"Beda dengan marketplace yang cross border, yang misalnya kita belanja dari pedagang asal Singapura, itu barangnya berarti harus dikirim dari Singapura ke Indonesia, berarti ada proses bea cukainya (dari perdagangan marketplace). Memang harus dibedakan antara marketplace domestik dan marketplace cross border," katanya.

 Baca Juga: Rancang Aturan Baru, Bea Cukai Akan Panggil Pelaku E-Commerce

Sekadar diketahui, Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menyatakan, peredaran barang impor melalui e-commerce perlu diatur agar terjadi kesetaraan (playing field) persaingan usaha antara barang dari luar dan di dalam negeri. Pemerintah sendiri melihat tren barang impor melalui marketplace memiliki kecenderungan meningkat dan belum bisa dikontrol.

Oleh sebab itu, Ditjen Bea Cukai sebagai pengawas lalu lintas barang antar negara, akan meminta data transaksi perdagangan dari seluruh pelaku e-commerce di Indonesia. Data ini akan memperkuat kebijakan pemerintah terkait aturan e-commerce.

Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan pemangku kebijakan terkait yakni Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Kementerian Perdagangan (Kemendag), dan kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

"Intinya kita ingin level playing field di antara semua pihak dari pemain e-commerce, domestik, dan tradisional. Kita harus perhatikan produksi nasional," kata Heru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini