nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Garuda-Lion Air Bikin KEK Khusus Industri Penerbangan

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 17:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 22 320 2082147 garuda-lion-air-bikin-kek-khusus-industri-penerbangan-l6LaWWRRBk.jpg Pesawat Terbang (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk maintenance atau bengkel pemeliharaan pesawat. Hal tersebut sebagai persiapan untuk pemberlakuan tarif tiket pesawat murah.

Baca Juga: Bos Lion Minta Pemerintah Bangun Bengkel Pesawat

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, nantinya tempat pemeliharaan pesawat akan dijadikan menjadi satu tempat. Lewat konsep KEK, memungkinkan dua maskapai yakni Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group menyatukan fasilitas pemeliharaan pesawat mereka.

Baca Juga: Maskapai Usulkan Diskon Tiket Pesawat Berlaku Setiap Hari, Ini Alasannya

"Tadi Pak Rusdi (Bos Lion Air Group) menyampaikan sedang dijajaki kerja sama antar dua grup besar, Garuda dengan Lion Air mau disatukan fasilitas maintenance-nya," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordiantor bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (22/7/2019).

Menurut Susi, pembangunan KEK khusus maintance pesawat dalam rangka mendorong efisiensi maskapai penerbangan. Pasalnya, saat ini pemeliharaan tertentu harus dilakukan di luar negeri, seperti vulkanisir ban pesawat alias pemeliharaan daya tahan ban.

Dia mengatakan, selama ini kegiatan tersebut harus dilakukan di Thailand. Artinya, dibutuhkan adanya biaya tambahan.

"Misalkan nanti sudah sepakat (fasilitas Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group) mau disatukan di dalam beberapa kegiatan maintenance-nya, pemerintah akan siapkan kira-kira kita kasih skema insentif apa, contoh misalkan kita akan bikin KEK khusus untuk jasa peralatan pesawat terbang," jelasnya.

Susi menambahkan, pemerintah sedang merevisi dua peraturan pemerintah (PP) terkait dengan KEK, dan PP insentif fiskal dan non fiskal di KEK. Nantinya, dua PP ini akan. sangat mungkin untuk kawasan ekonomi khusus yang bergerak di sektor jasa penerbangan.

"Barang kali jasa maintenance pesawat sehingga jasa maintenance pesawat itu bisa kita bebaskan PPN-nya, sparepart atau komponen yang digunakan untuk maintenance semuanya," jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini