nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Saran Mantan Menkeu soal Asuransi Driver Ojek Online

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 16:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 320 2082597 saran-mantan-menkeu-soal-asuransi-driver-ojek-online-53el5BXq7P.jpeg Layanan Ojek Online Gojek (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengaturan transportasi online dalam hal perlindungan pengemudi untuk dapatkan asuransi menjadi salah satu hal yang perlu di perhatikan. Khusunya asuransi dalam kesehatan dan keselamatan.

"Masalah perlindungan itu harus diterapkan," ujar Ekonom Universitas Indonesia (UI) Chatib Basri, dalam acara diskusi mengenai ekonomi digital di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga: Sudah Jadi Angkutan Pengumpan, Bakal Ada UU Atur Ojek Online?

Namun, dalam hal pemberian asuransi bagi para mitra transportasi online, tak mungkin beban asuransi di tanggung sepenuhnya oleh pihak aplikator, yakni Grab dan Gojek. Pasalnya, status pengemudi terikat sebagai mitra kerja, bukan sebagai pekerja yang terikat hukum layaknya sebuah perusahaan dan karyawan.

Ojek Online

Oleh sebab itu, beban pemberian asuransi dinilai perlu ditanggung oleh tiga pihak. yakni pengemudi, aplikator, dan pemerintah. Dengan demikian menunjukkan, profesi sebagai pengemudi transportasi online juga memiliki proteksi yang jelas.

Baca Juga: Ini Pentingnya Perpres Khusus Transportasi Online

"Itu harus tanggung bertiga, dalam arti kata mitra dan aplikator itu menanggung. Kemudian didorong proteksi yang diberikan pemerintah, sehingga bebannya bisa dibagi tiga," katanya.

Mantan Menteri Keuangan tersebut menekankan, persoalan terakit asuransi ini memang salah satu hal yang perlu dirumuskan ke depannya oleh setiap pemangku kepentingan. Tentunya aturan perlu dibuat dengan mempertimbangkan keberlanjutan ke depannya.

"Itu mungkin salah satu solusi yang bisa kita terapkan ke depan," kata Chatib.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini