Dapat Kucuran Rp28 Triliun, Apa yang Bakal Dilakukan Grab?

Senin 29 Juli 2019 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 320 2084980 dapat-kucuran-rp28-triliun-apa-yang-bakal-dilakukan-grab-ROJQQJhh4T.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Perusahaan aplikasi Grab Indonesia menjanjikan bantuan dan dukungannya dalam pengembangan pariwisata terutama lima destinasi pariwisata super di Indonesia.

"Kami meyakinkan bahwa Grab akan sangat bisa membantu dalam pengembangan pariwisata ini, mulai dari penetrasi marketnya dan sosialisasinya," kata Presiden Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo seperti dikutip Antaranews, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (29/7/2019).

Dia menyebutkan saat ini Grab beroperasi di delapan negara, 336 kota di seluruh Asia Tenggara.

 Baca Juga: SoftBank Gencar Investasi ke Grab Indonesia, Siapa Sih Bosnya?

Menurut dia, Grab juga memiliki pengalaman terkait pengembangan pariwisata karena aplikasi yang digunakan sudah ada booking hotel dan booking paket wisatanya.

"Dan tentu transportasinya, kami sudah hadir di Silangit dan kota lainnya di sekitar Danau Toba. Kami yakin bisa memberikan pengalaman yang terintegrasi," katanya.

Dia menyebutkan selain Danau Toba, pihaknya juga memberi perhatian pengembangan pariwisata di Mandalika, Kawasan Candi Borobudur, Labuan Bajo, dan Manado.

 Baca Juga: Dapat Dana USD2 Miliar, Akhirnya Grab Akan Buka Markas Besar di Jakarta

Mengenai tambahan investasi dari Softbank Jepang melalui Grab Indonesia, Ridzki menyambut baik tambahan investasi sebesar USD2 miliar (Rp28 triliun) tersebut.

"Ini sangat penting, kami akan membuka second headquarter di Jakarta dan kami harap menjadikan Grab sebagai unicorn Indonesia," katanya.

Dia menyebutkan dengan tambahan investasi itu, Grab Indonesia juga akan mengembangkan produk-produk yang pertumbuhannya tinggi, seperti Grabfood, pengembangan riset dan pengembangan layanan yang lebih baik untuk Indonesia.

Dia juga menyebutkan pertemuan dengan Presiden Jokowi bersama Softbank juga membahas transportasi daring menggunakan kendaraan bertenaga listrik.

"Penggunaan kendaraan listrik ini bukan hanya bicara mengenai kendaraannya saja, tentu kendaraan ini sangat penting, tapi yang sangat penting adalah membangun ekosistemnya," katanya.

Dia menyebutkan ekosistem transportasi daring dengan kendaraan listrik juga akan menyangkut produksi baterai, pengemudi dan lainnya.

"Pengembangan ekosistem ini juga akan menurunkan emisi karbon yang signifikan, akan membuat Jakarta lebih 'biru' lagi daripada sekarang," katanya.

Ridzki mengaku perusaahan automotif Korea Selatan, Hyundai memang merupakan salah satu mitra untuk pengembangan ekosistem kendaraan bertenaga listrik.

"Tapi, nanti kita lihat juga beberapa partner lain yang memungkinkan, apalagi investasi Softbank ini bisa membantu penetrasi pasar," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini