JAKARTA - Center of Reform in Economics (Core) Indonesia berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melanjutkan kepemimpinannya bersama Ma'ruf Amin, memilih Kabinet Kerja Jilid II dari kalangan profesional bukan dari partai politik. Khususnya pada tim Menteri ekonomi.
"Saya mendorong kalangan profesional untuk menjadi tim Menteri Ekonomi Jokowi-Ma'ruf. Walaupun dari parpol tidak bisa dilepaskan karena sistemnya seperti itu," ujar Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal di Hongkong Cafe Jakarta, Selasa (30/7/2019).
Baca Juga: Menteri Ekonomi Baru Diharapkan Bisa Tekan Biaya Logistik
Dia menjelaskan, Menteri ekonomi juga harus mempunyai faktor leadership itu menjadi penting. Contohnya Kementerian Koordinator Perekonomiam orangnya dan institusinya harus kuat.
"Kita tahu banyak permasalahan ekonomi bukan terkait satu sektor saja, tapi banyak kebijakan antar sektor," ungkap dia.
Baca Juga: Dinilai Tak Efektif, Ekonom Usul 4 Menko Digabung di Kabinet Kerja Jilid II
Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap tim menteri ekonomi yang baru bisa menekan biaya logistik ke angka 20% terhadap PDB agar Indonesia memiliki daya saing tinggi dibandingkan negara-negara lain.
"Kalau biaya logistik itu bisa turun ke angka 20% atau 18% bisa dibayangkan bagaimana dana yang bisa kita hemat itu bisa kita gunakan untuk program pembangunan dan lain-lain. Tentu kalau biaya logistiknya murah, kita bisa memiliki nilai daya saing dibandingkan negara-negara lain," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Logistik dan Supply Chain Rico Rustombi.
(Dani Jumadil Akhir)