nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulai 1 Agustus, 939 Pedagang Tempati Rusunawa Pasar Rumput

Selasa 30 Juli 2019 10:39 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 30 470 2085299 mulai-1-agustus-939-pedagang-tempati-rusunawa-pasar-rumput-cmmZhUsCF8.jpg Ilustrasi Rusunawa (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA - Sebanyak 939 pedagang akan menempati kios di bawah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pasar Rumput, Jakarta Selatan, pada 1 Agustus mendatang. Saat ini mereka berjualan di tempat penampungan sementara (TPS) di sekitar proyek rusunawa karena bangunan lama dibongkar untuk pembangunan rusunawa tersebut.

Pasar Rumput menjadi konsep pasar pertama yang terintegrasi dengan rusunawa. Lokasi lain yang akan dibangun adalah Pasar Minggu, Pasar Cipete, Pasar Radio Dalam, Pasar Lontar, Pasar Kebon Melati, Jembatan Besi, Jelambar, dan lainnya.

Kepala Humas PD Pasar Jaya, Amanda Gita mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) bersama Pemprov DKI Jakarta telah mengizinkan pedagang pasar rumput di TPS masuk ke Rusunawa Pasar Rumput.

Baca Juga: Akhirnya, Rusunawa Pasar Rumput Selesai Dibangun

“Rencananya pemindahan akan dilakukan Rabu dan TPS akan dibongkar saat pedagang sudah masuk ke bangunan baru,” kata Amanda saat dihubungi, kemarin.

Menurut Amanda, ada 939 pedagang akan menempati kios di bawah Rusunawa Pasar Rumput. Perumda Pasar Jaya sudah mengundi kios-kios yang akan ditempati para pedagang.

“Ada 939 pedagang, 1.510 tempat usaha di tiga tower itu. Sudah full itu semua pedagang existing, karena ada beberapa pedagang punya kios lebih dari satu,” kata nya.

Dia menjelaskan, para pedagang yang sudah menempati kios mempunyai kewajiban membayar retribusi listrik, air, dan biaya pengelolaan pasar (BPP) yang besarannya akan disosialisasikan setelah masuk ke bangunan baru. Bangunan pasar itu nanti akan diserahkan Perumda Pasar Jaya. Kemudian Perumda akan memberlakukan hak pakai atas tempat usaha kepada para pedagang.

Baca Juga: Selesai Dibangun, Rusun Mangkubumen Siap Dihuni Mahasiswa hingga PNS

“Dengan berlakunya hak pakai tersebut, para pedagang akan di kenakan biaya pembelian hak pakai terhadap tempat usaha itu,” ujarnya.

Amanda menuturkan, Pasar Rumput menjadi konsep pasar pertama yang terintegrasi dengan rusunawa. Pasar modern nanti akan difungsikan sebagai Transit Oriented Development (TOD) bagi pengguna angkutan umum.

“Pasar tersebut antara lain, Pasar Blora, Pasar Minggu, dan Pasar Fatmawati,” katanya.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike me minta Pasar PD Jaya segera berbenah diri karena akan melangkah pada peranan lebih besar. Karena tidak hanya menyediakan pasar bagi UKM yang saat ini sedang terpuruk, termasuk permukiman menjadi tugas utama.

Politisi PDI Perjuangan itu berharap Rusunawa Pasar Rumput diperuntukkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang belum memiliki rumah termasuk kemudahan syarat kepemilikan.

“Dengan integrasi antara pasar dengan permukiman ini, mau tidak mau kebersihan dan kesehatan juga harus terjaga. Kemudian peruntukannya dan syarat kepemilikan diharapkan berpihak pada masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Khalawi Abdul Hamid sebelumnya mengatakan, pengerjaan lanskap Rusunawa Pasar Rumput belum rampung. Sebab Perumda Pasar Jaya belum membongkar tempat penampungan sementara para pedagang. Hal ini berimbas pada mundurnya rencana peresmian Rusunawa Pasar Rumput yang semula Agustus menjadi September 2019.

“Masih ada sedikit kerjaan lanskap yang belum selesai karena masih ada bangunan penampungan sementara belum dibongkar Pasar Jaya. Di agendakan September bisa diresmikan,” kata Khalawi.

Setelah diresmikan, bangunan Rusunawa Pasar Rumput akan diserahkan pada Pemprov DKI Jakarta. Rusunawa itu nanti akan dikelola Perumda Pasar Jaya selaku badan usaha Pemprov DKI. Rusunawa Pasar Rumput dibangun sejak 2016 melalui Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Ru mah Susun Ditjen Penyediaan Perumahan dengan nilai kontrak Rp961,3 miliar.

Rusunawa Pasar Rumput yang berlokasi tidak jauh dari Terminal Manggarai, Jakarta Selatan, ini memiliki ketinggian 25 lantai. Dari tiga tower yang akan dibangun, rusun ini akan mencakup 1.984 unit dan 1.510 tempat usaha.

“Rusunawa ini dibangun sejak 2016, pro gresnya sudah mencapai 93%. Setelah pembangunan Rusunawa Pasar Rumput selesai, akan diserahterimakan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk dikelola lebih lanjut,” kata Khalawi.

(Koran Sindo-Bima Setiya)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini