Share

Sri Mulyani Keluhkan Kontribusi Swasta Hanya 10% di Pendanaan Riset

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 13:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 31 20 2085854 sri-mulyani-keluhkan-kontribusi-swasta-hanya-10-di-pendanaan-riset-wYKFEI7dL3.jpg Sri Mulyani (Foto: Yohana Artha Uly/Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluhkan rendahnya kontribusi swasta dalam pendanaan kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) di Indonesia. Menurutnya, dominasi terbesar dalam pendanaan penelitian masih berasal dari pemerintah.

"Dari total belanja penelitian di Indonesia, itu 66% berasal dari pemerintah, sedangkan peranan swasta hanya 10%," ungkapnya dalam diskusi mengenai pengelolaan dana dan pengorganisasian riset di Energy Building, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

 Baca juga: Fresh Graduate Jomblo Ingin Gaji Rp8 Juta? Ini Besaran Pajak Penghasilannya!

Dia menyatakan, kondisi ini berbalik dari negara-negara yang tergabung dalam Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), di mana swasta berkontribusi 70% terhadap pendanaan penelitian.

 Sri Mulyani

"Ini saja menunjukkan adanya perbedaan, dominasinya pemerintah atau menunjukkan kurangnya partisipasi swasta," jelasnya.

 Baca juga: Pemprov DKI Bidik Para Penunggak Pajak

Dia menyatakan, Indonesia mengalokasikan anggaran untuk R&D sebesar Rp35,7 triliun di tahun 2019, mengalami peningkatan dari posisi 2017 yang sebesar Rp24,9 triliun. Pendanaan tersebut masuk dalam pos anggaran pendidikan yang sebesar Rp492,5 triliun di 2019, atau 20% dari total belanja pemerintah pusat di tahun ini.

Sri mulyani menjelaskan, rendahnya partisipasi swasta ini karena insentif yang diberikan pemerintah kurang menarik. Sehingga kebijakan keringanan pajak yang diberikan pemerintah sejak dahulu tak direspons positif oleh swasta.

 Baca juga: Aturan Diskon Pajak Besar-besaran Diminta Diperjelas

"Sehingga walaupun sudah dimunculkan sejak lebih dari 10 tahun lalu, tidak menimbulkan dampak. Sangat kecil swasta yang menganggap berharga untuk melakukan riset karena bisa dikurangkan dari pajak," kata dia.

Oleh sebab itu, pemerintah pada tahun ini lebih mendorong insentif fiskal melalui superdeductable tax untuk perusahaan yang melakukan riset dan penelitian, serta yang memberikan pendidikan dan pelatihan vokasi. Dengan kebijakan ini, diharapkan peran swasta dalam hal pendanaan penelitian bisa meningkat.

"Sekarang pemerintah berikan insentif agar menyeimbangkan kontribusi dan peran dari pendanaan riset, sehingga tidak melulu dari pemerintah. Karena riset dari swasta biasanya muncul suatu insting wiraswasta atau problem solving yang nyata," jelas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini