Anggaran Riset Hanya Rp35 Triliun, Sri Mulyani: Itu Diecer-ecer ke 45 K/L

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 31 20 2085881 anggaran-riset-hanya-rp35-triliun-sri-mulyani-itu-diecer-ecer-ke-45-k-l-fC2szxM8sn.jpg Foto: Sri Mulyani (Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) berperan penting dalam mendorong perekonoian Indonesia. Oleh sebab itu, penelitian menjadi salah satu hal yang perlu dan mendesak untuk dilakukan.

Dia menyatakan, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk R&D sebesar Rp35,7 triliun di tahun 2019. Alokasi itu memang mengalami peningkatan jika dilihat dari posisi 2017 yang sebesar Rp24,9 triliun.

 Baca Juga: Sri Mulyani Keluhkan Kontribusi Swasta Hanya 10% di Pendanaan Riset

Pendanaan R&D sendiri masuk dalam pos anggaran pendidikan yang sebesar Rp492,5 triliun di 2019, atau 20% dari total belanja pemerintah pusat di tahun ini.

Kendati demikian, besaran Rp35,7 triliun memang sangat minim dirasakan, sebab tersebar di 45 kementerian dan lembaga (K/L).

"Dana riset itu untuk 45 K/L. Jadi kalau itu ecer-ecer sebanyak 45 K/L tersebut. Makanya enggak terasa," jelasnya dalam diskusi mengenai pengelolaan dana dan pengorganisasian riset di Energy Building, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

 Baca Juga: Kejar Ketertinggalan, Anggaran Riset Harus Ditingkatkan Jadi 2%

Menurutnya, hal ini juga yang membuat dana penelitian di Indonesia tak begitu maksimal dirasakan oleh para peneliti. Sehingga kegiatan R&D di Indonesia terasa masih belum maksimal.

"Kok kecil amat? Kalau bahasanya Pak Presiden, kok ga nendang. Padahal magnitude-nya besar," kata dia.

Oleh sebab itu, dia mengharapkan kedepan ekosistem penelitian Indonesia bisa semakin lebih baik, dalam hal tata kelola dan akuntabel. Dia juga mengharapkan pihak swasta bisa semakin meningkatkan kontribusinya dalam pendanaan R&D.

Pasalnya kontribusi pemerintah dalam total belanja penelitian di Indonesia mencapai 66%, sedangkan dari swasta hanya 10%. Menurutnya, di sejumlah negara pendanaan riset terbanyak dari pihak swasta.

"Sehingga sekarang memberikan insentif fiskal untuk ini, agar menyeimbangkan kontribusi dan peran dari pendanaan riset, sehingga tidak melulu dari pemerintah, tapi juga dari swasta," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini