nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mumpung Belum Menikah, Milenial Usia 21-29 Tahun Gencar Beli Rumah

Rabu 31 Juli 2019 11:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 31 470 2085807 mumpung-belum-menikah-milenial-usia-21-29-tahun-gencar-beli-rumah-iCYSgqPuVB.jpg Rumah (Shutterstock)

JAKARTA - Hasil riset menunjukkan bawah tahun ini adalah saat yang tepat untuk membeli rumah. Hal ini disebabkan adanya berbagai kebijakan pemerintah yang memudahkan proses kepemilikan rumah.

Memang selama ini kendala utama membeli rumah adalah uang muka (down payment / DP). Dengan aturan LTV yang memudahkan, apalagi BI7RR yang diturunkan Bank Indonesia, kendala-kendala tersebut sudah teratasi.

 Baca juga: Jadi Tren Terbaru, Ternyata Milenial AS Lebih Suka Sewa Rumah daripada Beli

Hasil riset yang dilakukan Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1- 2019 itu merupakan survei berkala yang diselenggarakan dua kali dalam setahun oleh Rumah.com bekerja sama dengan lembaga riset Intuit Research Singapura.

 Milenial

“Survei berkala ini dilaksanakan untuk mengikuti secara langsung perkembangan yang terjadi di pasar," demikian seperti dikutip dari survei tersebut, Rabu (30/7/2019).

 Baca juga: Tak Miliki Properti? Coba Rentvesting yang Sedang Populer di Australia

Menurut dia, masyarakat dengan usia muda sebaiknya mulai memikirkan untuk membeli rumah. Sebab, ketika masih lajang atau belum punya anak, beban keuangan belum terlalu besar. Berbeda halnya ketika sudah menikah, apalagi jika punya anak, kebutuhan finansial akan semakin besar.

“Jika ditambah biaya cicilan rumah, beban finansial itu akan semakin besar sehingga kebutuhan membeli rumah akhirnya dikorbankan dan mengandalkan tinggal bersama orangtua,” tulis riset tersebut.

 Baca juga: Jarak ke Sekolah Bukan Pertimbangan Utama Orang Beli Rumah

Kondisi ini selaras dengan hasil survei Rumah.com Property Affordability Sentiment Index H1-2019, di mana generasi muda memiliki minat paling besar untuk membeli properti, sebesar 71% responden yang berusia 21-29 tahun, dan kemungkinan besar mereka adalah fresh graduate yang baru mulai bekerja.

Sementara responden pada kelompok usia 30-39 tahun menempati posisi kedua dengan persentase 60%. Survei ini diikuti 1000 responden dari kota-kota di seluruh Indonesia, di mana 69% responden berasal dari rentang usia milenial (22-39 tahun) yang terdiri dari 34% milenial muda (kelahiran 1990-1997), sedangkan 35%-nya adalah milenial tua (kelahiran 1982-1989).

Survei juga menunjukkan bahwa berdasarkan usia, kalangan milenial adalah kalangan yang paling resisten terhadap rumah seken.

Total 61% dari kalangan milenial hanya menghendaki rumah baru dan hanya 39% yang tidak keberatan dengan rumah seken. Mayoritas responden pada kelompok usia 21- 29 tahun, yaitu 55%, lebih berminat membeli properti baru daripada seken.

Sedangkan, responden kelompok usia 30-39 tahun lebih banyak meminati membeli properti baru, yaitu 65%. Mengacu pada hasil survei, jenis pembiayaan yang dipilih berdasarkan usia, peminat cicilan syariah paling banyak dari kalangan berusia di bawah 40 tahun atau generasi milenial.

Sebanyak 52% milenial muda memilih menggunakan KPR syariah dalam proses pembelian rumahnya. Sementara responden yang berusia 40-49 tahun hanya 36% dari mereka yang memilih KPR syariah dan 50% responden usia 50-59 tahun memilih KPR syariah.

Menurut Ike, generasi Z dan milenial memang paling bersemangat membeli properti, tetapi mereka masih memiliki pengalaman dan informasi minim. Pengembang dapat memberikan bantuan informasi hingga pengurusan pengajuan KPR.(Koran Sindo)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini