Share

Jepang-AS Targetkan Perluas Kesepakatan Dagang Bilateral di September 2019

Minggu 04 Agustus 2019 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 04 320 2087542 jepang-as-targetkan-perluas-kesepakatan-dagang-bilateral-di-september-2019-BQyqEtjhk8.jpg Yen (Reuters)

TOKYO - Jepang dan Amerika Serikat sepakat untuk menargetkan kesepakatan luas tentang perdagangan bilateral pada September. Kesepakatan ini untuk menjembatani perbedaan pendapat tentang tarif pada daging sapi dan sektor otomotif.

Sebagai bagian dari upaya untuk memperbaiki apa yang ia klaim sebagai ketidakseimbangan perdagangan global, Presiden AS Donald Trump telah mendesak Tokyo untuk mempercepat pembicaraan perdagangan yang akan membuka sektor pertanian Jepang yang sensitif secara politik, serta membatasi ekspor mobil Jepang.

 Baca juga: PM Jepang Shinzo Abe Waspadai Risiko Pemulihan Ekonomi Global

Perjanjian untuk menargetkan kesepakatan pada September dicapai selama pertemuan antara Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer di Washington D.C., Nikkei mengatakan, mengutip sumber-sumber negosiasi yang tidak dikenal.

Surat kabar itu mengatakan kedua belah pihak berharap untuk memiliki kesepakatan perdagangan yang luas pada saat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe bertemu Presiden AS Donald Trump di sela-sela sidang umum PBB yang dijadwalkan pada September nanti di New York.

 Baca juga: Jepang dan China Hindari Perang Dagang, Ini Alasannya

Pada Jumat (2/8), Motegi mengatakan kepada wartawan setelah bertemu Lighthizer bahwa kedua belah pihak membuat kemajuan signifikan dalam mempersempit perbedaan mereka dalam perdagangan dan setuju untuk mengadakan pertemuan tingkat menteri akhir bulan ini.

Washington mencari pembukaan awal sektor pertanian Jepang termasuk pengurangan tarif 38,5% pada impor daging sapi AS, sementara Jepang menyerukan penghapusan tarif AS pada barang-barang industri Jepang seperti suku cadang mobil.

Dikutip dari Antaranews, Minggu (8/4/2019), Trump dan Abe juga bisa melihat hasil semacam perjanjian perdagangan akhir bulan ini ketika mereka dapat bertemu di sela-sela KTT para pemimpin Kelompok Tujuh, Nikkei menambahkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini