JAKARTA - Gaya hidup milenial yang konsumtif membuat kantong yang dirogoh sangat dalam. Bagaimana tidak, untuk secangkir kopi saja setidaknya perlu mengeluarkan Rp50.000.
Hal tersebut karena gaya hidup milenial yang kini suka nongkrong di coffee shop. Belum lagi soal gaya hidup lainnya seperti belanja online, nonton, dan traveling.
Baca Juga: Syukuri Saja Gaji Kamu, Ini Tips Mengelolanya!
Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menyatakan, milenial perlu memperhatikan gaya hidupnya, apakah sesuai penghasilan atau tidak. Menurutnya, jangan sampai dengan penghasilan yang pas-pasan, namun gaya hidupnya berlebihan.
Hal ini tentu akan merusak keuangan, milenial menjadi tak memiliki tabungan. Apalagi memiliki dana darurat, karena memenuhi gaya hidup.
"Biaya hidup itu murah, sementara yang jadi mahal itu gaya hidup. Jangan sampai penghasilan kita itu mengikuti gaya hidup kita. Harus gaya hidup yang mengikuti penghasilan kita," ujarnya kepada Okezone.
Baca Juga: Gaji Pas-pasan Tetap Bisa Beli Rumah, Begini Siasatinya
Terlebih pada milenial yang merupakan lulusan baru atau fresh graduate, umumnya hanya berpenghasilan sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta. Milenial harus cermat dalam mengelola pendapatan tersebut, sehingga tak hanya untuk konsumsi tapi juga untuk tabungan.
"Maka enggak bisa memaksakan mengikuti gaya hidup yang penghasilannya sudah Rp20 juta, padahal penghasilannya Rp5 juta," katanya.