nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perry Warjiyo Sebut Bos The Fed Iri dengan BI

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 09 Agustus 2019 15:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 09 20 2089885 perry-warjiyo-sebut-bos-the-fed-iri-dengan-bi-qzyERnASjd.jpeg Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan, Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, Jeremy Powell, kerapkali iri dengan BI. Hal ini karena koordinasi antara pemrintah dan BI berjalan dengan baik.

Menurutnya, Powell iri akan hubungan BI yang terbilang harmonis dengan Pemerintah. Padahal, The Fed seringkali memproleh kritik tajam dari Pemerintahan AS.

"Jeremy Powell iri dengan saya, mereka dikritik pemerintahnya. Kalau kita bisa dilihat BI bagaimana mesranya dengan Pemerintah," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (9/8/2019).

Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Kuartal II-2019 Naik Jadi Setara 3,04% dari PDB

Meski hubungan dengan Pemerintah terjaga, Perry menekankan, BI dalam mengambil kebijakan tetap independen. Artinya setiap kebijakan tak mendapat intervensi dari berbagai pihak, termasuk dari Pemerintah.

"Tetapi tetap kami independen selaku Bank Sentral, tapi kita sangat kuat hubunganya dengan Pemerintah," katanya.

Perry menyatakan, selain mengeluarkan beauran kebijakan (policy mix), ke depan BI juga akan terus mendorong sinergi dengan berbagai pemangku kebijakan. Hal ini sebagai upaya mendorong perekonomian domestik.

"Insya Allah transformasi ekonomi Indonesia berjalan. Optimistis, policy mix and sinergi bisa buat ekonomi ke depan akan terus menaik," kata dia.

Baca Juga: Trump ke The Fed: Pangkas Suku Bunga Lebih Besar dan Cepat!

Untuk diketahui, The Fed memang sering mendapatkan kritik dari Presiden AS Donald Trump guna mendongkrak ekonomi AS sebelum pemilihan presiden 2020. Terbaru, Trump menekan The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya lebih besar dan lebih cepat.

Bank Sentral AS memang telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps pada akhir Juli 2019 ke kisaran 2% hingga 2,25%. Namun, hal itu dinilai kurang.

"Mereka harus memotong suku bunga lebih besar dan lebih cepat,” kata Trump dalam serangkaian cuitan-nya, pada Rabu (7/8/2019).

"Masalah kita bukan China, masalah kita adalah Fed yang terlalu pongah untuk mengakui kesalahan mereka yang terlalu ketat,” tambahnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini